Setelah sekilas membahas tentang sejarah dan perjalanan Nectura, Balum memberi jeda sejenak dengan mengadakan kuis untuk audiens yang hadir. Dengan pertanyaan seputar Nectura yang dilempar oleh Balum maupun personil, sekitar sepuluh orang mendapatkan merchandise dari Dark Syndrome dan Cowboy From Hell Merch yang mendukung terselenggaranya acara ini. Sesi kuis selesai, Balum kembali pada fokus utama dari acara ini.
Single “Kawan Bukan Lawan” diputar bersamaan dengan video lirik yang ditayangkan di layar, tepat di belakang personil. Lagu ini berdurasi sekitar empat setengah menit dengan lirik berbahasa Indonesia. Menurut pemaparan Nectura, mereka mengadaptasi American dan Swedish metal dalam pengolahan musiknya, dengan pola yang lebih sederhana ketimbang materi Nectura di album Awake To Decide.

Release Party & Hearing Session "Kawan Bukan Lawan" - Nectura
Secara musikalitas, personil Nectura mengakui bahwa mereka memang memilih untuk menggarap materi yang lebih ringan. Mereka memilih riffing yang lebih sederhana, bagan musik yang mengacu pada musik pop, dengan pemilihan bahasa yang juga mudah untuk dipahami. Mereka berkaca dari album pertama yang cenderung lebih rumit juga dengan penggunaan bahasa Inggris. Nectura ingin materi terbaru mereka lebih “akrab” di telinga Respectura dan merangkul para pendengar muda. Bahasa Indonesia pun dirasa mempermudah Owang ketika menggarap lirik. Ia merasa bahwa ia mampu lebih jujur dalam karyanya, selain karena permintaan dari Respectura itu sendiri.
Pada dasarnya, karya “Kawan Bukan Lawan” terinspirasi dari komunitas bawah tanah di kota Bandung pada tahun ‘90an. Dari kacamata personil, era tersebut adalah masa ketika komunitas tumbuh dan berkembang dengan sangat solid. Dengan segala keterbatasan yang harus dihadapi saat itu, masing-masing penggiat musik maupun komunitas saling topang untuk mendukung sesama rekannya dan membuat komunitas ini menjadi kuat dan besar. Tetapi, nilai-nilai tersebut cenderung menghilang hari ini.


Release Party & Hearing Session "Kawan Bukan Lawan" - Nectura
Semangat gotong royong berkurang dan banyak band yang memilih untuk menjadi “band instan” di masa sekarang. Teknologi memang menjadi salah satu fasilitas yang sangat mempermudah perkembangan band hari ini, tetapi pada akhirnya semangat yang dipupuk oleh teman-teman yang aktif di era ‘90an menjadi samar. Ditambah dengan potensi konflik yang semakin meningkat hari ini, Nectura ingin merespon fenomena tersebut melalui karya. Lewat “Kawan Bukan Lawan”, Nectura ingin mengembalikan spirit tersebut dan menyadarkan bahwa komunitas bawah tanah bisa semapan sekarang karena pergerakan yang sudah diramu sejak tahun 1990an tersebut. Bahkan, Owang mengakui bahwa syair “pekat terikat, kala memudar adalah petaka” terinspirasi dari kalimat “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Ada harapan untuk menghindari atau memperbaiki perselisihan yang tersirat dari lagu ini.
Seperti Awake To Decide dan single “Tirani Mati”, lagu “Kawan Bukan Lawan” direkam di Studio Masterplan dengan digawangi oleh Toteng (Forgotten) sebagai sound engineer. Tokoh ini sudah sangat terkenal dengan kredibilitasnya dalam “mewarnai” musik, sehingga ia dipercayai banyak band untuk menjadi sound engineer. Toteng pun diundang oleh Balum untuk menjadi pembicara ke-tujuh dalam acara ini, untuk memaparkan sedikit banyak proses dan pandangannya tentang Nectura.
Ada beberapa penyesuaian yang kembali harus dilakukan Toteng ketika menggarap materi terbaru dari Nectura, terutama terkait dengan pergantian personil. Ia yang sudah terjun sejak album pertama harus kembali menyesuaikan karakter musik dari personil terbaru, terutama di lini drum. Terlepas dari itu, Toteng mengakui bahwa pada dasarnya ia memang sudah tertarik pada Nectura sejak album Awake To Decide digarap. Ia melihat bahwa Nectura menawarkan materi-materi yang segar, terutama untuk musik metal di kota Bandung. Single “Tirani Mati” dan “Kawan Bukan Lawan” menjadi bukti lain yang membuat Toteng dapat menyimpulkan bahwa Nectura semakin berkembang dan progresif.


Release Party & Hearing Session "Kawan Bukan Lawan" - Nectura
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara audiens kepada personil Nectura maupun kepada Toteng. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh tim DCDC dan sosok kawakan di komunitas musik Bandung, mantan penyiar dari radio legendaris GMR, Arin. Sekitar pukul 21.30 WIB, acara ini selesai dan ditutup dengan proses melegalisir rilisan maupun merchandise Nectura. Audiens kemudian membuat antrian, menunggu giliran untuk kaus maupun CD mereka ditandatangani oleh personil Nectura.
Release Party & Hearing Session "Kawan Bukan Lawan" - Nectura
Comments (0)