Tips Merawat Alat Musik Karinding ala Kimung

Tips Merawat Alat Musik Karinding ala Kimung

Dimainkan Secara Rutin

Tips ini menjadi poin pertama sekaligus poin terpenting. Karinding harus dimainkan secara rutin untuk menjaga kelenturan karinding dan menjaga keterikatan antara karinding dan pemiliknya agar tetap terbangun. Mengapa harus dijaga keterikatannya? "Karena, ketika keterikatan itu sudah terbangun, si pemiliknya bakal punya kesadaran untuk merawat. Itu yang jadi poin kenapa harus dimainkan secara regular," jelas Kimung. Ia menyarankan untuk memainkan karinding setidaknya dua jam sehari. "Biasanya, saya memainkan karinding setengah jam setelah bangun tidur dan sebelum tidur, juga di berbagai waktu kosong."

Selain menjaga kelenturan karinding, bentuk karinding yang dimainkan secara rutin akan makin bagus. Jika awalnya bambu karinding berwarna terang, lama kelamaan warnanya akan makin gelap dan berkilap. Hal itu disebabkan karena intensitas memegang karinding sehingga ada minyak dari tubuh kita yang diserap oleh karinding. Hal tersebut membuat karinding relatif lebih lentur dan kuat.


Mengoleskan Minyak Kemiri

Minyak kemiri berguna untuk menjaga kelenturan bambu dari karinding. Caranya, minyak kemiri dioleskan di sekujur karinding, dijemur, kemudian dibersihkan dengan cara dilap. Mengoleskan minyak kemiri lebih baik dilakukan tiga kali dalam satu minggu. "Idealnya dijemur dari jam 9 - 11 siang. Jangan terlalu lama supaya bambunya tidak terlalu kering," ujarnya. Jika tidak menemukan minyak kemiri dalam kemasan, minyak kemiri dapat dibuat sendiri. Tahap membuat minyak kemiri adalah menyangrai kemiri terlebih dahulu. Kemiri yang sudah disangrai kemudian dibalut oleh kain, lalu ditumbuk. Nantinya, akan ada minyak yang dihasilkan dari hasil tumbukan yang diserap oleh kain. Kemudian, kain tersebut dapat dioles ke tubuh karinding.


Menyimpan Karinding di Tempat yang Dapat Menjaga Suhu

Karena bahan dasar karinding adalah bambu, maka karinding juga berpotensi untuk memuai dan menyusut jika ada perubahan suhu. Disarankan mencari tempat untuk menyimpan karinding yang dapat menjaga suhu agar tetap stabil. "Tempat karinding bisa berbentuk selongsong atau kotak yang terbuat dari kayu atau bambu. Suhu yang dihasilkan dari tempat karinding tersebut akan sama dengan suhu di mana bambu dari karinding itu berasal. Dia (tempat karinding) bisa menyesuaikan, kalau suhu panas bisa diredam menjadi lebih dingin, begitu pun sebaliknya," terang Kimung. 


Memakai Silica Gel dan Wewangian

Dalam jangka waktu yang lama, biasanya karinding mengeluarkan bau, semacam bau apak. Bau ini bisa disiasati dengan menaruh silica gel dan ditambah dengan wewangian, misalnya dupa ke dalam box atau selongsong tempat karinding. Dua sampai tiga buah dupa cukup untuk membantu menghilangkan bau yang muncul dari karinding.


Simpan Tempat Karinding di Tempat yang Hangat

Kembali lagi, karinding dapat berpotensi mengalami perubahan ukuran jika disimpan di tempat dengan suhu terlalu panas atau dingin. Karinding lebih baik disimpan di tempat dengan suhu yang hangat. "Lebih bagus lagi jika disimpan di perapian. Karinding diselipkan di dinding atas perapian supaya tidak terlalu lembab. Tapi tetap, secara berkala karinding harus diambil, diberi minyak, dijemur, dan disimpan kembali supaya tidak terlalu kering. Ini perawatan untuk karinding yang tidak sering dipakai, misalnya untuk koleksi. Untuk karinding yang secara rutin dipakai, perawatan paling bagus memang ditabeuh (dimainkan) secara rutin".

Untuk karinding yang disimpan dalam jangka waktu lama, tetap perlu ada waktu untuk memainkan karinding, setidaknya satu kali dalam satu minggu. "Saya punya 200 karinding dan harus dimainkan satu-satu, hahaha... Lumayan juga, tapi memang resiko untuk mempertahankan supaya karindingnya terus bagus, jadi memang harus meluangkan waktu," tutur Kimung.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner