Klip Musik Perdana "Musikalisasi Puisi 'Hey Nona'" Milik Jonkoppings
Sumber foto : Press release Jankoppings
Jonkoppings menada-kan kehidupan remaja dalam tema musik nya, dan diakui sepenuhnya terpengaruh turunan musik rock ; mulai dari garage rock, alternative rock, hard rock, sampai pop punk, punk, dan pop rock.
Kamis 11 Oktober 2018 lalu menjadi hari bersejarah bagi Jonkoppings. Diambil dari album penuh pertama mereka bertajuk 'Mandatory', dirilislah klip musik perdana berjudul 'Hey Nona'. Perihal kali pertama rujukannya, berasal dari musikalisasi puisi dari seorang Septian Adi. S yang tak lain adalah rekan kuliah dari gitaris Jonkoppings, Emir Oktarianto berjudul asli 'Puisi Nona' .
Singkat cerita, lagu ini menjadi modal awal amunisi swakarya perjalanan band asal Tangerang Selatan ini. Oh ya, selain Emir pada departemen gitar, empat personel lain adalah Ulama Andika (gitar, Fajar Darmasto (vokal), Fachri Arjuna (drum) dan Aldian Faturrachman (bas) memastikan jalur garage rock dipilih sebagai penyempurna hasrat bermusik kelima nya.
Layaknya band-band garage rock, durasi tidak begitu menjadi penting. Padatkan, lugas dan mainkan! Kira-kira seperti itu, meski perlu poles sana-sini . Soal klip musik nya, butuh waktu 3x60 detik saja membayangkan kosongnya kota Jakarta ketika malam tiba, dengan latar belakang kisah dua sejoli memadu kasih sambil menikmati lembabnya suasana Jakarta sisa -sisa asap polutan dan beruntungnya mereka jauh dari distraksi kemacetan diantara corong knalpot kendaraan di tengah hiruk pikuknya kota Metropolitan siang hari. *ngomong-ngomong model cewe nya cociks...
...yang rambut pirang tapi ya.
Sila dinikmati wak
Curhat Jonkoppings kepada kami, materi lagu inicukup berbeda dan terpengaruh hook-hook melodius ala-ala grup tahun 90-an. Elemen vokal juga mendominasi, menurut sang gitaris Ulama Andika inspirasi datang dari grup pop yang bertaji di era tahun 2000-an. Konsumsi tayangan audio visual di kanal televisi lokal pun diakui menjadi bagian penting bagi Jonkoppings mengenal musik pop era tahun itu.
“Pada lagu ‘Hey Nona!’ ini, dapat dikatakan kami banyak memanggil kembali memori-memori musikal kami saat masih kecil ketika kami menonton video klip-video klip era tahun 2000an di televisi dimana pada era tersebut banyak band-band lokal yang memainkan lagu-lagu yang bersifat melodius dan dominan pada elemen vokal. Kemudian kami mencoba menggabungkan memori-memori tersebut dengan genre musikawal yang sudah kami mainkan sebelumnya” ujar Emir Oktarianto (gitar).
Tugas sutradara pada klip musik “Hey Nona!” Jonkoppings bertanggung jawab penuh dengan bantuan direktur fotografi Her Rachman. Untuk proses rekaman, dilakukan di Teenpam Records milik Fachri Arjuna (drum). Sedangkan proses mixing dan mastering dilakukan oleh Taufik Maulana.
Menarik waktu sedikit ke belakang, Jonkoppings pernah merilis dua buah album pendek. Cigarette pada 2012 dan Enigmatic di tahun 2016, Pada kedua album pendek tersebut, semangat rock coba disejajarkan dengan kencing belum lurus nya kehidupan sehari-hari bocah SMA. Bertemunya para perssonel Jonkoppings pada masa paling 'abu-abu' dalam kehidupan setiap anak muda ini dikemas dalam bentuk lagu. Dianalogikan melalui single Cigarette, bercerita tentang pengalaman coba-coba 'penyumbang terbesar cukai negara' dan 'Jalan Raya' yang menceritakan kisah klise dibolehkannya anak SMA menyetir mobil. Ini menurut sang vokalis Fajar Darmasto (vokal), melalui pesan surel nya kepada kami.
Jonkoppings menada-kan kehidupan remaja dalam tema musik nya, dan diakui sepenuhnya terpengaruh turunan musik rock ; mulai dari garage rock, alternative rock, hard rock, sampai pop punk, punk, dan pop rock. Hanya kurang pop corn saja disitu. Jonkoppings mengkisahkan, "kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang secara tidak sadar dijadikan kewajiban oleh seseorang sehingga menjadi siklus yang terus berputar", begitu kata mereka. Pahamkan coklatfriends?
Comments (0)