Tanaman Rilis Single dalam Hingar Bingar Proses Seleksi CPNS 2018

Tanaman Rilis Single dalam Hingar Bingar Proses Seleksi CPNS 2018

Sumber foto : Press release Tanaman

Harapan orang tua Yovista memang pudar, sang anak memilih jalur berkesenian. Tetapi toh hidup adalah pilihan, bukan? dan kita dapat menikmati pop receh seperti ini dengan muatan pesan dan kritik yang kaya.

Proses seleksi pegawai negeri sipil 2018 tengah berlangsung. Pemuda-pemudi negeri ini berduyun-duyun mengambil ancang-ancang start di muka mendaftarkan diri mereka demi penghidupan yang lebih baik.  Lalu tentu saja pundi-pundi hasil kerja nyata atau entah gabut, yang setelah mereka terima nantinya, otomatis akan masuk kantong akun-akun bank negeri para aparatur sipil negara (ASN), bahasa resminya masa kini.

Demi upaya 'memperkeruh' catur penyeleksian yang disusupi berita bohong  dan berbagi kiat-kiat berdasarkan pengalaman pribadi, Yovista Ahtajida seorang seniman dari Jakarta yang kerap merespon isu-isu sosial/politik/budaya keseharian lewat karya-karyanya dalam berbagai medium merilis sebuah single dalam bentuk proyek musik - band virtual; Tanaman. Melalui siaran pers yang kami terima, Tanaman dibentuk bermodalkan doa yang teramat banyak kepada sang khalik, ikhtiar pantang kendor dan tentu saja hal paling khas Indonesia, software bajakan.

Kembali ke tentang single Tanaman, refleksi kerja cerdas, kerja tuntas, kerja keras ala-ala ASN yang digadang-gadang gencar diberlakukan sudah barang tentu berusaha diamalkan dengan segenap jiwa dan raga. Soal komposisi, musik pop tiga kunci yang kental, berbalut lirik-lirik akan fenomena-fenomena kontempeler. Tak ketinggalan pula misi awalnya, pengalaman personal yang coba dihantarkan melalui musik sederhana Tanaman.

Single berjudul "Mama Menyuruh Aku Jadi Pegawai Negeri" sarat akan pengalaman inderawi Yovista. Bermula dari impian keluarga terutama orang tua yang ingin anaknya sejahtera berkecukupan. Anggap saja bonus apabila bergelimang harta. Tidak hidup sulit, atau sampai makan nasi jagung dengan lauk sayuran genjer. Desakan hebat keluarga nya demi masa depan lebih baik menjadi pegawai tetap instansi plat merah begitu kentara. Orangtua nya khawatir atas nasib anaknya ini. Berharap besar ketika anak nya pensiun di hari tua, tinggal mendulang pundi-pundi hasil 'kerja perih' selama menjabat menjadi PNS. Karna kehidupan seniman sungguhlah pelik. Terkadang ironis, dan miris. Penuh dimensi. dinamika nya tak tertebak. Seniman tidak digaji bulanan dengan hanya engkang-engkang kaki. Perlu fleksiblitas, pola pikir yang beyond jika ingin hidup menghidupi sebagai seniman nan prima seutuhnya. Jalan berkelok, terkadang buntu. Tetapi bebas berkarya.

Harapan orang tua Yovista memang pudar, sang anak memilih jalur berkesenian. Tetapi toh hidup adalah pilihan, bukan? dan kita dapat menikmati pop receh seperti ini dengan muatan pesan dan kritik yang kaya.

Direncanakan, album penuh Tanaman akan rilis di akhir tahun 2018. Semua lirik dan musik dalam dibuat dan direkam sendiri oleh Yovista Ahtajida dari dalam kamarnya.

Sebagia penutup, dirasa tepat mengutip sastrawan paling 'koboi' sepanjang sejarah literasi Indonesia menurut kami, berbunyi sebagai berikut;

Keinginan menjadi pegawai negri adalah faktor kenapa korupsi mustahil di berantas. Di Birokrasi itulah korupsi itu merajalela, Oranga sucipun bisa jadi korup di sana.

- Pramoedya Ananta Toer

Single terbaru ini dapat didengarkan di halaman soundcloud TANAMAN pada tautan berikut:

BACA JUGA - "Hazy Day", Sebuah Perkenalan Manis Dari Charlie Be Nice

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner