Beltigs dan Preserved Feelings: Merayakan Musik Pop Bandung yang Tak Pernah Padam
Di tengah semangat tak kenal lelah dari kancah musik pop independen Bandung, lahirlah Beltigs—sebuah band yang menjadi bukti bahwa denyut kreativitas di kota ini masih terasa kuat. Lewat EP debut bertajuk Preserved Feelings, trio ini mempersembahkan lima lagu penuh emosi, semangat, dan penghormatan terhadap scene yang telah membesarkan mereka.
Sebelum EP penuh dilepas ke publik, Beltigs terlebih dulu memperkenalkan diri lewat dua single: “Pelican Cove” dan “Akigawa”. Kedua lagu ini menjadi pintu masuk yang hangat menuju semesta sonik Preserved Feelings yang kini hadir lengkap dengan tambahan tiga trek lainnya: “Breaking Chains of Shadows”, “Falling in Spring”, dan “Miles Apart”.
Beltigs sendiri digawangi oleh Naufal Azhari alias Domon (gitar), Ferdy Destrian (gitar, vokal), dan Brez (bass), dengan tambahan tenaga dari Teguh Indra Putra di posisi drum. Keempatnya bukan pendatang baru dalam scene musik pop alternatif Bandung. Mereka membawa jejak panjang dari berbagai band dan proyek sebelumnya, memperkaya karya yang mereka hasilkan bersama Beltigs.
“Main band jadi alasan untuk berkumpul dengan teman, baik yang lama atau baru dan jadi bisa berbagi kreativitas,” ujar Domon. Sebuah kalimat sederhana yang menggambarkan filosofi di balik lahirnya Beltigs: menjaga nyala perasaan dan semangat bermusik lewat koneksi personal.
Ferdy pun menambahkan, “Main band sih, lebih sebagai salah satu cara berekspresi. Juga bisa sebagai cara untuk melepas kepenatan.” Maka tak heran jika Preserved Feelings terasa begitu jujur dan emosional—buah dari perjalanan dan pertemanan yang terus tumbuh.
Judul Preserved Feelings sendiri menyiratkan semangat mereka untuk menjaga perasaan yang telah lama tumbuh dari dalam—perasaan mencintai musik, komunitas, dan proses kreatif itu sendiri. Seperti dikatakan Brez, “Jangan sampai dia mati walaupun kita nggak ada di permukaan, itu point pentingnya.”
Dirilis dalam format digital dan juga fisik (kaset) oleh Disaster Records, label independen yang setia merawat talenta lokal Bandung, EP ini hanya tersedia dalam jumlah terbatas: 100 keping untuk pressing pertama. Sebuah pendekatan yang mengedepankan nilai eksklusivitas, sekaligus penghargaan terhadap proses produksi musik fisik.
“Sebuah karya itu sebaiknya dinikmati bentuk fisiknya supaya mendapatkan output yang baik,” jelas Brez. “Tapi semua dikembalikan ke pendengar, bisa juga dinikmati di berbagai macam layanan streaming. Silakan dipilih.”
Dengan Preserved Feelings, Beltigs tidak hanya menghadirkan musik yang segar, tetapi juga menjadi penanda penting bahwa skena pop alternatif Bandung terus berkembang—bernafas, bergerak, dan menghasilkan karya-karya yang patut disimak.
Selamat berkenalan dengan Beltigs. Dan selamat meresapi Preserved Feelings—sebuah perayaan emosi yang tak lekang oleh waktu.
Comments (0)