Anxieparty Kembali Hadir dengan “Metrik Ruang Waktu”, Babak Baru dari Pencarian Peraduan

Anxieparty Kembali Hadir dengan “Metrik Ruang Waktu”, Babak Baru dari Pencarian Peraduan

Setelah meluncurkan “Pencarian Peraduan” beberapa waktu lalu, unit emo poprock asal Malang, Anxieparty, kembali merilis karya terbarunya yang diberi judul “Metrik Ruang Waktu”. Single ketiga ini menjadi kelanjutan naratif dari rilisan sebelumnya, membawa pendengar menyelami sisi gelap dari kisah peraduan yang tak kunjung tercapai.

Dibentuk oleh tujuh personel—Emir dan Ersa pada vokal, Sugab dan Bimo di gitar, Azam pada keyboard, Hanoi di bass, serta Sandya di drum—Anxieparty kembali memperlihatkan kekuatan kolektif mereka dalam meramu emosi dan energi menjadi lagu yang intens dan atmosferik.

Secara tematik, “Metrik Ruang Waktu” mengusung konsep filosofis tentang keterikatan antara ruang dan waktu—dua entitas yang saling terhubung, memengaruhi, dan tidak bisa dipisahkan. Lagu ini menggambarkan konflik batin saat seseorang akhirnya menyadari bahwa peraduan yang selama ini dicari justru menjauh, meninggalkan luka dan kehampaan yang tak kunjung sembuh.

Secara musikal, Anxieparty tetap memegang teguh identitas mereka: distorsi gitar yang keras dan kokoh, lengkingan vokal penuh emosi, serta lapisan keyboard beraroma ambience. Semua ini dilengkapi dengan permainan drum yang tegas dan pattern bass yang solid, menciptakan atmosfer kelam yang cocok dengan tema liriknya. Menariknya, mereka juga menggandeng UM Swara Satata Sakti’s Voice untuk mengisi bagian paduan suara, menambah dimensi dramatis dan memperkuat nuansa kehampaan dalam lagu ini.

Dengan “Metrik Ruang Waktu”, Anxieparty tidak hanya menyajikan lagu emosional, tapi juga melanjutkan cerita yang telah mereka bangun sejak rilisan sebelumnya. Single ini menjadi babak lanjutan dari Pencarian Peraduan dan akan menjadi bagian dari album penuh yang direncanakan rilis awal tahun depan.

Melalui karya-karyanya, Anxieparty berharap dapat terus menjadi teman perjalanan emosional para pendengarnya—entah dalam bentuk kecewa, harap, maupun bahagia.

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner