Apakah Lagu Perlawanan Brisk Masih Relevan?
Gagasan ide mengenai perlawanan sudah menjadi hal lumrah dalam kancah blantika musik di Tanah Air khususnya musik independen. Seperti yang kita tahu, tentu tema mengenai perlawanan atau perjuangan –apapun konteksnya – berusaha meraih banyak simpati. Tema-tema perlawanan atau perjuangan itu pun di tangan orang kreatif dapat diracik sedemikian berbeda dibandingkan dengan lainnya, salah satunya lewat balutan musik.
Salah satu unit heavy metal dari Jakarta, Brisk, yang musiknya dipenuhi alunan riff cadas dan melodi meliuk pada beberapa part musiknya serta pelagaman lirik yang dibarengi dengan teriakan vokal mampu mendorong Brisk menelurkan sebuah mini album ternyarnya bertajuk Juang. Yang menjadi “perlawanan”, adalah berupa penggunaan kata untuk mini albumnya berupa ‘Juang’ yang merepresentasikan sebuah upaya perlawanan tanpa mengenal kata menyerah.
Proyek musik Brisk yang digagas oleh Randy Louhenapessy (vokal), Faisal Faqih (gitar), Fajar Anggreawan (bass), Hazmi Habib (gitar), dan Caesar Alief (drum) ini begitu menyita tenaga ketika saat proses pembuatan mini album Juang. Mini album ini juga turut dibantu oleh Andre Mesa dari Rumah Musik Indonesia Studio yang mengemas pada bagian dapur rekaman. Serta sang vokalis Randy yang juga menorehkan karya ilustrasi dibagian sampul mini album bandnya. Mini album dari Brisk tdapat disimak lewat rilisan fisiknya berupa CD yang siap menyayat kuping pendengar dengan pisau tajam dari musiknya.
Comments (0)