CONSVRGE Buka Gerbang Semesta Gelap ‘Dark Century’ Lewat Album Perdana “Endless Worshiper”
Menjelang akhir tahun 2024, geliat skena musik keras lokal semakin menggeliat. Salah satu yang mencuri perhatian hadir dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur—di mana unit metallic hardcore CONSVRGE merilis album debut bertajuk Endless Worshiper pada 30 November 2024. Album ini bukan hanya koleksi lagu, tetapi juga menjadi titik awal dari semesta naratif bertajuk Dark Century: Chapter I yang mereka bangun sebagai konsep besar dalam karier bermusik mereka.
Sejak berdiri awal 2022, CONSVRGE yang digawangi oleh Bandhu Manhistha (drum), Aldi Tri Bayu (gitar), Deva Yoga (vokal), dan Tatar Guruh (bass), telah memantapkan langkahnya di ranah metal lokal. Kini, bersama label independen asal Malang, Thronekill Records, mereka mengemas 10 trek penuh energi dan kegelapan dalam Endless Worshiper. Lagu-lagu seperti “A Fragile Grip”, “Bleed to Death”, “Carpenoctem: I”, hingga “Hymn Ov The Cult” mencerminkan karakter band yang menggabungkan elemen-elemen dari metallic hardcore, deathcore, metalcore, hingga nu-metal.
Album dibuka oleh intro atmosferik “Dark Century: Chapter I” yang mengantar pendengar pada dunia kelam milik CONSVRGE. Kombinasi petikan gitar yang emosional dan breakdown bertenaga membentuk atmosfer yang intens sejak detik pertama. Seluruh trek dibungkus oleh produksi suara yang pekat, agresif, dan mencekam—ditutup oleh “Epilogue”, sebuah nomor yang menyuarakan pekikan dan tawa personel band dalam sebuah ambient kacau yang menghantui.
Proses kreatif album ini bukan tanpa tantangan. Bandhu, selaku drummer sekaligus penulis lirik, mengungkapkan bahwa sejak dirilisnya single “Bleed to Death” pada Agustus 2023, mereka mulai menggodok materi album secara serius. “Awalnya hanya tujuh lagu, tapi kemudian berkembang jadi sepuluh. Dari rencana mini album akhirnya kami bikin full album,” jelasnya. Ia juga membagikan bahwa penulisan lirik dilakukan setelah musik rampung, agar emosi dan tema tiap lagu lebih tepat sasaran.
Dari sisi teknis, Aldi (gitar) turut merinci tantangan dalam proses mixing dan mastering. “Butuh waktu lama untuk menemukan karakter suara yang kami inginkan. Tapi pelan-pelan akhirnya ketemu juga setelah beberapa kali revisi,” ujarnya. Sementara itu, sang vokalis Deva Yoga mengakui bahwa proyek ini awalnya hanya dianggap sebagai ‘project iseng’. “Saya pikir dulu kita cuma rilis satu single saja, nggak nyangka bisa sampai sejauh ini,” ungkapnya sembari bercanda.
Bassist Tatar Guruh menambahkan bahwa agenda selanjutnya adalah menggelar tur promosi di awal tahun 2025. Bertajuk sebagai ibadah tour, CONSVRGE akan menyambangi sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jakarta sebagai bagian dari perkenalan album dan perluasan semesta Dark Century ke panggung-panggung live.
Sejak 1 Oktober 2024, CONSVRGE telah resmi bergabung dengan Thronekill Records. Label ini akan menjadi rumah bagi semua rilisan mereka selama fase Dark Century: Chapter I berlangsung. Dengan album perdana yang sudah tersedia di berbagai platform digital, CONSVRGE kini siap menorehkan nama mereka lebih dalam di peta musik keras Indonesia.
Endless Worshiper bukan hanya penanda debut, tapi juga gerbang menuju eksplorasi kreatif dan konseptual yang lebih luas—sebuah pengabdian tanpa akhir kepada semesta gelap yang mereka ciptakan sendiri.
Comments (0)