Artificial Sun Sajikan Video Musik Berkonsep Double Exposure di Lagu “Pudar”
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Artificial Sun
Lagu “Pudar” dikuatkan pula oleh sajian visual berupa video musik berkonsep double exposure, yang menampilkan performa masing-masing personil dengan efek semburan tinta berwarna-warni di dalam tubuh
Bicara tentang musik agaknya tidak berlebihan jika perannya kemudian menjadi penanda zaman, hingga oleh karenanya musik kemudian menjadi romantisme tersendiri bagi setiap orang yang mengimani dan mengamininya sebagai sebuah penguat rasa dalam kehidupannya. Makin bertambah menarik ketika menempatkans romantisme itu tadi jadi sebuah karya yang memorable. Adalah Artificial Sun, sebuah band yang tahu betul bagaimana menangkap romantisme musik rock era tahun 90an seperti Soundgarden, The Smashing Pumpkins, Pearl Jam, Stone Temple Pilots, dan Deftones, menjadi sebuah karya baru yang masih relevan dengan ‘hari ini’.
Band alternative rock asal Tangerang- Jakarta yang beranggotakan Adi Tamtomo pada vokal/gitar, Rully Ronggo Saharjo pada gitar, Fadila pada drums, dan Richard Johan Jonathan pada bass ini kemudian muncul ke permukaan dengan sederet kreasinya yang menarik untuk disimak. Yang terbaru mereka muncul lewat sebuah single berjudul “Pudar”.
Lagu dengan isian lirik sarat akan kontemplasi ini dikuatkan pula oleh isian musiknya yang menggabungkan komposisi musik alternative rock/grunge/post-grunge dengan raungan distorsi gitar yang menderu, lalu diikat dengan suara bass yang padat dan hangat, sampai kemudian dibalut dengan melodi gitar bernuansa shoegaze/post-rock untuk membentuk suasana dreamy yang menggema. Semua itu mengikuti dentuman drum menghentak yang mengiringi lantunan vokal untuk menciptakan harmoni melodius yang manis.
Lagu yang diproduseri oleh Artificial Sun ini melibatkan nama Rizki Wahyudi, seorang Audio Engineer berpengalaman yang sebelumnya telah dipercaya untuk mengerjakan karya dari Nidji, BCL, Padi Reborn, Konspirasi, Omni, dan musisi Indonesia lainnya. Untuk gitar, bass, vokal direkam di studio Artificial Sun, dan drum direkam di studio EC3 milik Fajar Satritama, drummer Edane dan juga Godbless.
Makin bertambah menarik ketika lagu dengan musik ciamik ini dikuatkan pula oleh sajian visual berupa video musik berkonsep double exposure, yang menampilkan performa masing-masing personil dengan efek semburan tinta berwarna-warni di dalam tubuh, hingga akhirnya hilang memudar. Video musik ini disutradarai oleh Adi Tamtomo, yang juga pernah menyutradarai video musik “Syair Manunggal” dari Cupumanik, serta “Semua Gara-gara Marko” dari The Satmoko. Selain itu, artwork juga difoto dan didesain oleh Adi Tamtomo. Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.
Comments (0)