Band Virtual, Timur : Rooster Terbaru Double Deer

Band Virtual, Timur : Rooster Terbaru Double Deer

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Double Deer

Dari segi visual, Timur lebih condong ke band virtual milik musisi Damon Albarn dan  seniman Jamie Hewlett

Setelah sekian lama hibernasi dari riuhnya kancah musik lokal, Double Deer Music akhirnya memperkenalkan proyek terbaru mereka. Record Label asal Jakarta yang sempat mendobrak lini pasar musik arus pinggir dengan ciri khas komposisi yang kental akan unsur elektoniknya itu, kini kembali dengan rooster terbaru; Timur.

Tentu kuping pembaca sudah familiar dengan rooster-rooster yang pernah mereka naungi, seperti Kimokal, Rayssa Dynta, dan RL KLAV. Kali ini Double Deer mencoba skema baru demi menyiasati pandemi dengan sesuatu yang segar dan mereka rasa cukup relevan dengan keadaan sekarang.

Perkenalkan, band virtual yang diberi nama, Timur. Sebelum jauh membahas musik timur, kita perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan’virtual band?’

Jika menarik sejarah panjang ke belakang, sebenarnya terminologi ini sudah tidak asing lagi dan bukan hal yang baru. Virtual band merupakan grup musik yang berisikan karakter fiktif berbentuk animasi atau kartun yang ditujukan untuk kepentingan visual album, klip video, dan komponen visual pertunjukan panggung, tetapi musiknya tetap digarap oleh seorang musisi dan produser.

The Chipmunks bisa jadi yang pertama memulainya. Kemudian Nutty Squirrel dan The Archies dengan single “Sugar, Sugar” pada tahun 1968, dan yang tersohor sudah pasti Gorillaz, Dvar, Hatsune Miku, The Banana Splits, One-T dan yang beraliran heavy metal dari produksi Adult Swim, Dethklok. Dari segi visual, Timur lebih condong ke band virtual milik musisi Damon Albarn dan  seniman Jamie Hewlett.

Timur beranggotakan Olsen pada divisi gitar dengan kepiawaiannya yang ajaib, Kim yang personanya merupakan digital savy tetapi dianugerahi permainan bass groovy yang jempolan, JD bertanggung jawab sebagai drum, menjaga tempo permainan musik pada jalurnya, dan terakhir, Arta  yang mengisi departemen suara, hingga menjadikan Timur lebih menarik berkat ciri khas vokalnya.

Rentang tahun 1990 hingga awal 2000-an menjadi arah kiblat musik yang dimainkan oleh Timur. Tahun-tahun dimana musik alternatif dan grunge merajai industri musik global, namun versi Timur lebih menitikberatkan kepada penambahan elemen elektronik yang mendominasi dan telah menjadi identitas Double Deer Music. Menghasilkan komposisi suara modern yang membuat Timur sangat berbeda dari kebanyakan band lain yang memainkan musik sejenis.

Kemunculan Timur mendapat sederet sambutan positif dari beberapa rekan musisi. Timur memperkenalkan diri via single “Distribusi Normal” dan disambut beberapa nama yang ikut buka suara memberikan reaksi positif seperti Kevin Septanto dari band indie pop Elephant Kind; Udasjam dari Laidback Blues Record Store; dan  tidak ketinggalan gitaris kharismatik Saleh Husein dari The Adams dan WSATCC turut memberi tanggapan.

Single “Distribusi Normal” sudah disebarluaskan sejak tanggal 4 Maret 2022 di seluruh layanan Digital Streaming Platform dan rencananya akan disusul dengan visual yang juga tidak akan kalah kerennya.

BACA JUGA - Hyndia dan Ras Inggi Hadirkan Kota yang Special di Single “This Town”

View Comments (1)

Comments (1)

  • Upyo99
    Upyo99
    26 Mar 2022
    Thanks info
You must be logged in to comment.
Load More

spinner