Bangkit dan

Bangkit dan "Bara Nyawa": Tentang Kita Sang Pewaris Api

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Band bentukan 2011 yang hijrah dari Kalimantan Tengah ke Yogyakarta bernama Bangkit hadir dengan kabar rilisan terbaru. Setelah pada 22 Maret 2019 merilis sebuah demo dalam rupa fisik, kini band yang diperkuat oleh Roy (vokal), Lebon (gitar), Riduan (gitar) dan Ari (drum) melepas lagu berjudul "Bara Nyawa". Bangkit masih tetap pada aliran musik metalcore dalam karya terbarunya.

Lagu "Bara Nyawa" dirilis pada 1 Desember 2019 secara digital. Lagu ini direkam di RA Recording dan melewati proses mastering oleh Rostels Records. "Bara Nyawa" merupakan single ke-empat dari Bangkit setelah "Know To Be Silence" (2016), "Rima Wana" (2017) dan "Homesick" (2018). Menurut Bangkit, lagu terbaru ini memiliki warna berbeda ketimbang lagu-lagu sebelumnya, namun tidak menurunkan kualitas dan menghilangkan karakter musik Bangkit.

Yang sedang dipaparkan oleh Bangkit dalam "Bara Nyawa" adalah tentang sebuah pesan pada kita yang hidup di generasi masa kini: mau di bawa ke arah mana masa depan kita? Baik atau buruk?

Masa depan yang dimaksud Bangkit tak hanya tentang individu masing-masing, tapi juga tentang negara, moral, hingga budaya. Kita sebagai pewaris atau penerus yang diberi energi untuk hadir hari ini memiliki peran besar dalam menentukan masa depan kehidupan diri sendiri dan alam-ruang lingkup sekitar. "Kita yang menentukan ke mana api itu kita bawa," tutur sang vokalis sebagai penulis lirik, dikutip dari siaran pers. Selain berupa musik dan lirik, isi dari lagu "Bara Nyawa" juga coba diilustrasikan lewat sampul dari single tersebut.

"Bara Nyawa" dari Bangkit sudah bisa dinikmati melalui Spotify maupun YouTube dengan video yang dikerjakan oleh Polemilks (Alip).

BACA JUGA - Manifrustasi Ungkap Kekesalan Pada Dunia Maya

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner