Ceritakan Kuliner Nusantara, Liqua Rilis Single "Kudapan"
Setelah memanjakan telinga pendengarnya lewat mini album Vakansi, band sophisti-pop asal Malang, Liqua kembali hadir dengan rilisan terbaru bertajuk “Kudapan” yang resmi dirilis pada 17 April 2024 di seluruh digital streaming platform dan YouTube.
Beranggotakan Ergi (vokal), Benny (keyboard), Reza (gitar), Jordy (additional bass), dan Welly (drum), Liqua kali ini memilih jalur nostalgia sebagai tema utama. Lewat “Kudapan”, mereka mengajak para pendengar untuk kembali mengingat masa remaja yang penuh kesenangan sederhana, salah satunya: jajanan pasar khas Nusantara.
Jika biasanya pop romantis menjadi formula umum bagi band pop, Liqua justru memilih pendekatan yang lebih tangible dan unik. “Sebenarnya Liqua membuat lagu ini karena berawal dari keresahan tentang sedikitnya lagu yang mengangkat tentang beragamnya kuliner tradisional di Indonesia,” ungkap Welly. “Jajanan pasar pula kami anggap sebagai sebuah kesenangan tersendiri dan nostalgia masa remaja yang membekas pada ruang di hati,” tambahnya.
Dengan durasi empat menit, “Kudapan” tetap mengusung nuansa pop elegan khas Liqua, namun menghadirkan mood yang lebih segar dibanding rilisan sebelumnya. Proses kreatifnya ditangani langsung oleh Welly Soeganda sebagai penulis lagu dan Benny K Wijaya sebagai arranger serta music director. Sementara itu, proses produksi, mixing, dan mastering dikerjakan oleh Rama Satria M di Rama Project Studio sejak Maret 2024.
Rilisan ini juga menjadi pembuka menuju proyek album penuh berikutnya. Menurut Welly, akan ada dua single lagi dalam waktu dekat, salah satunya masih bernuansa nostalgia, kali ini mengenai serunya masa sekolah.
Dirilis di bawah label Sunrise Musikindo milik Rama Satria M, Liqua berharap “Kudapan” bisa menjadi suguhan segar di tengah lanskap musik pop Indonesia, sekaligus menjadi pengingat akan kehangatan kenangan sederhana yang melekat di masa lalu.
Dengan pendekatan yang ringan namun bermakna, Liqua kembali membuktikan bahwa nostalgia tak harus selalu romantis—kadang cukup dengan satu gigitan kue basah untuk membawa kita kembali.
Comments (0)