“Cynthia” dan Sosok Dambaan Erratic Moody

“Cynthia” dan Sosok Dambaan Erratic Moody

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Erratic Moody

Lagu “Cynthia” relatif berbeda dengan lagu-lagu yang telah dirilis sebelumnya oleh Erratic Moody, di mana di lagu ini pendengar bisa merasakan suguhan musik yang lebih easy listening.

Berdiri pada tahun 2015 lalu, kolektif yang menamakan dirinya Erratic Moody ini terbilang enggan mengkotakan musiknya secara spesifik, hingga lewat apa yang disepakati mereka menggeneralisasi musiknya sebagai musik pop-rock, dengan inspirasi musik era 60-an dan musik modern lainnya. Melengkapi apa yang mereka torehkan lewat pola kreasi dalam musiknya, secara penulisan lirik banyak karyanya yang berkonotasi pada hal-hal tentang cinta, sedih bahkan lirik yang cukup rumit, hingga bisa dibilang pada ranah kreatifnya mereka tidak membatasi musiknya pada suatu patokan apapun. Eksplorasi ini yang menjadikan Agra, Reyhan, Alief dan Agung menikmati semua proses dalam berkarya.

Seiring berjalannya waktu dan masuknya berbagai inspirasi, mereka menuangkan apa yang mereka dapat melalui karya yang mereka buat. Single berjudul “Necis”, “Mr James” dan single berjudul “Morning Song” yang tergabung dalam Kompilasi Moestopo (Moesik Tongkrongan Penuh Opini) menjadi pengenalan musik mereka kepada publik.

Melanjutkan dari apa yang mereka torehkan lewat karya-karya sebelumnya, Erratic Moody kembali merilis konten baru berupa video musik bertajuk “Cynthia”. Video musik yang digarap oleh Fatwa Satya dan Fariz Hafizan serta kolega ini telah mengudara di kanal YouTube Erratic Moody pada bulan Desember 2019 lalu, diteruskan dengan versi audionya, juga pada bulan yang sama, dan sudah bisa dinikmati di berbagai pelantar musik digital seperti Spotify, Apple Music, iTunes, SoundCloud, dan lainnya.

Lebih jauh berkisah tentang single “Cynthia”, mereka menuturkan jika lagu yang ditulis oleh Reyhan ini didapuk sebagai single pertama dari album mereka yang akan datang. Selain itu, mereka juga menambahkan jika materi lagu “Cynthia” ini relatif berbeda dengan lagu-lagu yang telah dirilis sebelumnya, di mana di lagu ini pendengar bisa merasakan suguhan musik yang lebih easy listening.

“Lagu ini tidak hanya bercerita tentang seorang wanita bernama Cynthia” tutur Reyhan. “Lebih dari itu, lagu ini bercerita bagaimana seseorang dalam hidupnya seringkali jatuh cinta kepada orang yang ia sendiri tidak bisa mendapatkannya. Nah, kita menggambarkan sosok yang didambakan setiap orang ini dalam figur Cynthia” lanjutnya. Menurutnya, pendambaan bahkan pengkhayalan cinta adalah hal yang relevan dan wajar bagi seseorang karena sifat dasar manusia adalah mencintai. Penasaran? Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Dilatari Alter Ego Personilnya, The Highway Rilis Single "Lepas"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner