Dedikasi Solois Samarinda Via Musik Bertema Keluarga

Dedikasi Solois Samarinda Via Musik Bertema Keluarga

Dalam merayakan rilisnya album “Cerita Daun dan Bumi”, Rio Satrio mengadakan tur tujuh kota bertajuk “Telusur Bumi”. 

Solois asal Samarinda, Rio Satrio, baru saja merilis debut album penuhnya dengan tajuk ‘Cerita Daun dan Bumi’. Album ini dirilis secara mandiri oleh Rio dan mulai didistribusikan sejak 29 September 2017 lalu. Sebelumnya, Rio Satrio sudah malang melintang tampil di beberapa kesempatan dengan memainkan beberapa lagu ciptaannya hingga akhirnya dapat merampungkan album penuhnya ini. 

Album ‘Cerita Daun dan Bumi’ merupakan proses kreatif dari solois bernama lengkap Muhammad Janwar Rien Satrio ini. Kejadian sehari-hari yang dialaminya menjadi garis besar untuk dikumpulkan ke dalam satu ‘rumah’. Uniknya, Rio mendedikasikan album ini untuk keluarga. 

“Jadi, kadang kita suka pusing nih, nyari inspirasi ke mana-mana. Dan kita lupa, hal-hal di sekitar kita itu padahal bisa dijadikan karya. Contohnya, ya, keluarga. Tinggal gimana kita ngeliatnya. Karena hal kecil yang buruk sekalipun bisa kelihatan indah kalau sudut pandangnya kita ubah,” ucapnya.

Berisikan 9 lagu, Rio Satrio juga berkolaborasi dengan beberapa musisi lokal dari jazirah Borneo. Seperti dengan Azizah pada lagu “Hingga Terkubur” dan Jondry Rusadi pada lagu “Menjadi Lagu”.

Pada November 2017 lalu, pemuda kelahiran Samarinda, 21 Januari 1994 ini bertandang ke beberapa kota di pulau Jawa untuk menggelar tur solo dengan tajuk ‘Telusur Bumi’ dalam rangka merayakan rilisnya album Cerita Daun dan Bumi. Dimulai di Surabaya pada 29 November 2017, Rio Satrio melanjutkan penelusurannya ke Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Tangerang kemudian mengakhiri perjalannya di Depok pada tanggal 25 Desember 2017. 

Sumber foto : Dokumen Pribadi Rio Satrio

BACA JUGA - Kisah Dibalik Karya Leo Hastadhy: ‘Rasa Kecewa Lintas Negara’

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner