Dengan Formasi Barunya, Vellarose Siap Kembali Meramaikan Scene Pop Punk Tanah air

Dengan Formasi Barunya, Vellarose Siap Kembali Meramaikan Scene Pop Punk Tanah air

"Dengan formasi baru, Vellarose siap kasih karya baru, musik pop punk yang lebih legit, lirik yang lebih tajam, lebih nikmat dari lagu-lagu Vellarose sebelumnya", tegas Mejun.

Unit pop punk asal Jakarta, Vellarose, muncul kembali dengan formasi baru, setelah ditinggal dua gitaris nya, pada 2016 lalu, dan disusul oleh sang vokalis yang keluar satu tahun setelahnya. Sempat mengadakan audisi vokalis beberapa bulan lalu, yang disebar di akun Instagram @VellaroseID, akhirnya mereka menjatuhkan pilihannya kepada Nicola Matthew (a.k.a Nicol) sang bassist Vellarose sendiri.

Niel, yang merupakan satu-satunya personil asli Vellarose yang tersisa menuturkan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang ikut audisi pencarian vokalis baru Vellarose tersebut, namun menurutnya memang belum ada yang sesuai dengan kriteria Vellarose, seperti dari aspek attitude dan skill bermusiknya. Lalu dengan berbagai pertimbangan akhirnya mereka sepakat memilih Nicol untuk menjadi orang terdepan Vellarose.  

Diakui oleh Vellarose sendiri, keluarnya beberapa personil sempat membuat langkah mereka tersendat. Rencana pembuatan karya-karya baru tertunda. Bahkan beberapa panggung sempat mereka lewati karena belum lengkapnya personil. But, the show must go on, Vellarose memilih untuk bertahan dan melanjutkan perjalanannya.

Ditambahkan oleh Niel, jika pemilihan Nicol ini berhubung Nicol dulunya vokalis di band lamanya, dan dia juga paham gimana skena musik indie, terutama di genre pop punk, dan seputarnya. Dua hal itu yang akhirnya membuat Niel dan Mejun yakin dengan sosok Nicol.

Ditetapkannya Nicol sebagai vokalis, diikuti pula dengan perubahan lainnya. Posisi bass yang tadinya diisi oleh Nicol sekarang digantikan oleh Niel, yang sebelumnya menjadi gitaris. Sedangkan posisi gitaris diambil oleh Fahri (a.k.a Ayi), yang sebelumnya hanya menjadi additional guitarist di Vellarose. Ayi sendiri sudah membantu Vellarose sejak 2016. Satu yang tidak berubah yaitu penggebuk drum, yang masih digenggam Mejun, seorang drummer wanita berdarah Batak.

"Dengan formasi baru, Vellarose siap kasih karya baru, musik pop punk yang lebih legit, lirik yang lebih tajam, lebih nikmat dari lagu-lagu Vellarose sebelumnya", tegas Mejun.

Band pop punk yang memulai debutnya pada 2013 ini pernah merilis sebuah mini album bertajuk A Luta Continua (2014). Dilanjutkan dengan single lainnya seperti "Renjana" (2016) dan "Bisa Bahagia" (2017) yang berkolaborasi dengan Mustika Kamal (ex. voc Last Goal Party).

BACA JUGA - Bataspena Melakukan Eksplorasi Musik Ciamik Pada Single Terbarunya "Ironi"

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner