Dimensi Lain yang Ditemukan Rayhan Noor di “Ragu?” (Reprise)

Dimensi Lain yang Ditemukan Rayhan Noor di “Ragu?” (Reprise)

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Rayhan Noor

Ada dimensi lain yang Rayhan Noor rasa bisa dieksplorasi dalam lagu “Ragu?”, mengingat liriknya yang lumayan mampu diolah menjadi materi yang seperti ini

Rayhan Noor yang sebelumnya tergabung dalam sebuah band bernama Glaskaca bersama Wisnu Ikhsantama, dan Dias/Tradeto, kini disibukkan dengan kegiatan proyek musik solonya. Pada tahun 2022 ini Rayhan Noor merilis ulang single kelimanya yang berjudul “Ragu?” (Reprise), setelah sebelumnya dirilis pada bulan Juli tahun 2021 lalu. Single “Ragu?” dirilis kembali sebagai bentuk pembaruan dari karyanya tersebut yang dianggap punya warna berbeda dengan “Ragu?” (versi tahun 2021) yang telah lebih dulu rilis.

Niatnya yang hanya ingin mencoba mengambil serpihan dari masa lalunya diakui Rayhan sebagai hal yang menyenangkan, sebab ternyata timbul nostalgia dan kegembiraan saat melakukannya. “Ragu?” (Reprise) sebagai tembang kilas balik pada kegamangannya pada sekian tahun lalu, justru membuatnya benar-benar melukiskan warna musik yang sama seperti halnya yang ia senandungkan sekian tahun lalu tersebut.

Alasannya membuat versi reprise pada awal tahun 2022 ini hanyalah sesederhana keinginan pribadinya. Ada dimensi lain yang Rayhan Noor rasa bisa dieksplorasi dalam lagu ini, mengingat liriknya yang lumayan mampu diolah menjadi materi yang seperti ini. Tak terkecuali Rayhan, setiap orang diyakininya memiliki perubahan selera dan referensi, hal itu yang menjadi pemicu terciptanya versi ini. Alternatif lain dari single kelimanya yang ia rilis pasca melepas  “House of Cards”, “I’ll Be Around”, “Sweet Cherry Sunrise”,“Easy”, serta EP dengan Agatha Pricilla bertitel Colors.

Sebagai seorang produser yang pernah bekerja sama dengan Armand Maulana, Nadhif Basalamah, hingga Hindia ini, ia mengaku dirinya adalah sosok pemikir. Apabila dalam kesendirian dan jauh dari hiruk-pikuk, dirinya adalah sosok yang cukup sendu dan melankolis. Sampai hari ini, kesibukannya sebagai produser juga membuatnya mengaku masih belajar banyak untuk terbuka dan mengatakan hal yang apa adanya. Lewat single ini ia mengaku mengalahkan stereotipe yang telah dibangun untuk personanya sendiri.

Lewat rilisannya kali ini pula Rayhan Noor secara tersirat menyampaikan bahwa dirinya akan merilis karya yang memang diinginkannya secara personal terlebih dahulu. Ia telah mencoaba untuk membuat patokan lagu dengan bahasa pengantar tertentu dan matriks wajib lainnya, namun ternyata hal tersebut malah menghalanginya. “Ragu?” (Reprise) membuatnya belajar dan merelakan untuk membuat karya sesuai kata hatinya.

Perpaduan gitar elektrik dengan mikrofon jadul jadi kejutan tersendiri bagi Rayhan Noor, sebab bunyi yang dihasilkan tidak terdengar seperti lahir dari gitar akustik, maupun gitar elektrik. Sangat menarik. Proses composing, producing dan mixing dilakukan oleh Rayhan Noor sendiri, lalu proses mastering diserahkan pada Wisnu Ikhsantama Wicaksana. Simak lagunya melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Duo Fenomenal SCALLER Digandeng Andreas Arianto di Single “Riddles”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner