Guernica Club Angkat Tentang Penyakit Fiksi di Single “Hanahaki Disease”

Guernica Club Angkat Tentang Penyakit Fiksi di Single “Hanahaki Disease”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Guernica Club

Dalam single keduanya ini Guernica Club mengangkat sebuah sudut pandang baru terhadap penyakit fiksi bernama “Hanahaki Byou” (花吐き病) atau yang biasa disebut Hanahaki Disease

Memperkenalkan diri lewat single “Starry Night”, Guernica Club seperti datang dengan menu pembuka sebelum puncak jamuan makan malam yang mewah, lalu ditutup dengan dansa-dansi mirip di film ‘Saturday Night Fever’ hingga menjelang pagi. Bagi Guernica Club,  debut single ini hadir sebagai perkenalan perdana mereka untuk lebih mewarnai industri musik Indonesia dan ‘pengantar’ mereka ke ranah yang lebih luas lagi bagi pendengarnya.

Melanjutkan torehannya, band asal Jakarta ini kembali hadir dengan single terbarunya, yang kali ini digambarkan oleh lagu berjudul “Hanahaki Disease”. Dalam single keduanya ini Guernica Club mengangkat sebuah sudut pandang baru terhadap penyakit fiksi bernama “Hanahaki Byou” (花吐き病) atau yang biasa disebut Hanahaki Disease. Gangguan ini merupakan sebuah penyakit khayalan (fiksi) yang menyerang saluran pernapasan manusia. Menurut rilisan pers yang DCDC terima, penyakit ini mengakibatkan tumbuhnya kebun bunga di dalam paru-paru manusia yang terus mekar dan bertumbuh hingga menyumbat sistem pernapasan. Apabila menjadi parah penderitanya dapat meninggal karena kekurangan oksigen.

Gambaran di atas kemudian mereka interpretasikan dalam sebuah kisah tentang seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan, di mana mereka yang cintanya tak pernah terbalas akan mulai mengalami batuk berkepanjangan disertai dengan muntah bunga. Bunga yang keluar tersebut adalah akibat dari layunya beberapa bunga di kebun paru-paru itu. Untuk dapat mengobatinya, pasangan si pasien harus segera membalas cintanya atau pasien harus segera dioperasi dan diangkat bunganya. Namun dengan diangkat bunganya, perasaan pasien terhadap pasangannya akan juga terangkat/hilang.  

Lagu dengan isian unik tersebut dikuatkan pula oleh tangan dingin seorang musisi asal Berlin, Jerman bernama William Boba, sebagai yang bertanggung jawab untuk urusan mixing dan mastering lagu tersebut. Harmoni yang sempurna dan unik dari Guernica Club merupakan sebuah proyek/seni yang telah dikembangkan olehnya selama setahun terakhir dan melahirkan sebuah track baru yang diiringi dengan sentuhan funk dari musik pop-synth. Bisa dibilang secara lirik maupun nada lagu “Hanahaki Disease” ini mampu membuat para pendengar untuk mengekspresikan isi dari hati mereka. Guernica Club berbicara sebagai individu bahwa cinta yang bertepuk sebelah tangan dapat terjadi oleh siapa saja, dan hal ini dapat dirasakan melalui koleksi terbaru mereka yang menyenangkan serta dapat menarik perhatian dari para pendengar.

BACA JUGA - The Panic Ajak Pendengar Melayang Lewat Single “Kala Senja Menghilang”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner