Joey The Gangster: Dari Jalanan Bandung ke Album "Salam Pemberontak"
Joey The Gangster, unit punk rock asal Bandung, kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik independen dengan merilis album penuh bertajuk Salam Pemberontak. Dirilis pada 1 Oktober 2024 di seluruh platform digital, album ini menjadi puncak dari perjalanan panjang band yang berawal dari pertemanan masa kecil dan keresahan akan ketidakadilan.
Formasi awal Joey The Gangster dibentuk pada 2008 oleh Pite (gitar, vokal) dan Adit (bass, vokal latar), dua sahabat yang tumbuh bersama sejak sekolah dasar. Terinspirasi oleh kakak Pite, Junior (gitar, vokal latar), yang lebih dulu berkecimpung di dunia musik, mereka kemudian mengajak Uwho (drum) untuk melengkapi formasi. Bersama-sama, mereka menggebrak panggung studio gigs dengan dua single awal: Against Government dan No Work No Fuckin Pay—lagu-lagu penuh energi yang mencerminkan semangat perlawanan khas punk rock.
Nama Joey The Gangster sendiri lahir dari realitas jalanan Bandung yang kala itu kerap diwarnai aksi kekerasan geng. Namun bagi mereka, kata “gangster” bukan sekadar simbol kekacauan, tapi juga lambang pemberontakan terhadap penindasan. Joey adalah sosok fiktif yang berdiri sebagai suara mereka yang terpinggirkan, yang berani bersuara lantang menghadapi penguasa dan ketidakadilan.
Setelah sempat vakum pada 2012 karena kesibukan masing-masing personel, mereka kembali bangkit empat tahun kemudian dengan merilis EP Barisan Kebencian (2016). Namun, cobaan kembali datang ketika Adit memutuskan untuk rehat pada 2020. Meski begitu, Joey The Gangster tetap tegak berdiri. Mereka merespons dengan single Never Promises pada 2021, membuktikan bahwa semangat perlawanan mereka belum padam.
Kini di tahun 2024, Joey The Gangster hadir dengan energi penuh melalui Salam Pemberontak, sebuah album yang terdiri dari 12 lagu: Never Promises, Salam Pemberontak, Krisis, The Day You’ll Leaving, Menuju Mati, Tersesat, Labirin Dunia, Everything To Destroy You, Raja Binasa, Berkati Jalan Ini, Jawaban, dan Face Reality. Album ini bukan hanya suguhan musik punk yang keras dan lugas, tetapi juga manifesto kebebasan dan perlawanan mereka sebagai musisi dan manusia.
Dengan rima yang tajam dan riff gitar yang agresif, Joey The Gangster terus menjadi suara dari lorong-lorong keresahan sosial, membakar semangat pemberontak generasi hari ini. Salam Pemberontak adalah bukti bahwa semangat punk mereka tak pernah mati—hanya beristirahat sejenak, untuk kembali menyala lebih besar.
Comments (0)