Karena Hidup Memang Kadang Terasa Getir, Maka Terima Saja dan Merdekakan Jiwamu Bersama OMNI
OMNI sampaikan pesan positif sekaligus menampar bagi sebagian besar manusia. Mengingat realita bahwa hidup tak selalu manis, OMNI menyadarkan pendengarnya bahwa selalu ada pilihan untuk merubah perspektif dan menjadi "Jiwa yang Merdeka".
Tulisan ini akan dibuka dengan sebuah kabar yang cukup mengecewakan, di mana kolektif musik OMNI besutan Rully (gitar), Amank (vokal), Romy (bass) dan Momon (drum) harus kembali menunda perilisan album kedua akibat pandemi. Tapi, mereka tak lantas patah arang untuk berhenti memproduksi karya. Alih-alih terpuruk, mereka justru bangkit di momen yang cukup terkait dengan semangat dan karya terbaru yang dimiliki OMNI.
Di bulan kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 16 Agustus 2021 tepat pukul 19.45 WIB, mereka merilis single "Jiwa yang Merdeka". Selain berkaitan erat dengan momen yang sedang dirayakan negeri ini, "Jiwa yang Merdeka" seolah jadi sarana mereka untuk memerdekakan diri dari energi negatif dan mengkonversi seluruh rintangan pandemi menjadi semangat untuk tetap berkarya. Tak tanggung-tanggung, OMNI juga menggandeng dua kawan musisi sebagai kolaborator di lagu ini. Hadir Fadly (Padi/Musikimia) dan Che (Cupumanik/Konspirasi) yang membuat karya ini semakin istimewa.
Rasanya valid jika menyebut bahwa pemilihan judul untuk single ini saja sudah mewakili sifat dan sikap yang ingin ditekankan oleh OMNI lewat liriknya. Bahwa setiap jiwa manusia tercipta atas alasan-alasan berbeda dan ditunjuk pula untuk melakukan perkara-perkara luar biasa. Namun pada kenyataannya, Dewi Fortuna tak selalu menyertai perjalanan manusia dalam hidup. Perasaan diinjak, dihina hingga dikucilkan jadi bagian yang harus ditelan, suka atau tidak. Pada akhirnya, semua kembali menjadi pilihan: tunduk terpuruk meratapi kenyataan atau bangun dan memenangkan pertarungan.
OMNI menyatakan bahwa "Jiwa yang Merdeka" adalah suara hati mereka dan banyak orang di luar sana yang mengalami apa yang diceritakan dalam lagu tersebut. Opa (panggilan akrab Fadly) bahkan menyatakan hal yang mengaminkan pernyataan OMNI, bahwa lagu ini juga dekat dengan perjalanan hidupnya, bahkan ia merasa seperti sedang menceritakan perjalanan hidupnya sendiri di lagu ini.
Berangkat dari kisah personal itulah OMNI ingin menyampaikan pesan yang spesifik ditujukan pada mereka yang merasa hidupnya tertindas dan penuh keterbatasan, bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kesulitan ini. Bukan hanya mereka yang terpaksa hidup dalam tekanan, OMNI pun merasakan apa yang kalian rasakan. Untuk itu, milikilah "Jiwa yang Merdeka" agar mampu bangkit, melawan stigma dan menunjukkan kemampuan. Jadikan hal-hal negatif sebagai batu loncatan dan motivasi untuk jadi pribadi pemenang.
Proses rekaman "Jiwa yang Merdeka" dilaksanakan di Rodinda Music Indonesia dengan mengikuti komando Rully Worotikan sebagai produser musik. Untuk proses pasca produksi dipercayakan pada Rizki Wahyudi yang dilaksanakan di studio Chandracom. "Jiwa yang Merdeka" juga tersaji dalam format video klip yang dikerjakan oleh rumah produksi milik Irwan "The Law" Suwandy, di mana Irwan turun langsung sebagai sutradara.
Comments (0)