Kerasnya Kehidupan Kelas Pekerja Tertuang di Single Baru Laze, “Simulasi Harta Tahta”

Kerasnya Kehidupan Kelas Pekerja Tertuang di Single Baru Laze, “Simulasi Harta Tahta”

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Laze

Hadir sebagai kritik dan refleksi diri sekaligus sosial, lagu “Simulasi Harta Tahta” membawa makna yang lebih dalam tentang kebahagiaan yang sesungguhnya

Lagu “Simulasi Harta Tahta” merupakan single terbaru milik Laze yang dirilis tanggal 18 Maret 2022 ini menyusul  single yang telah dirilis bulan lalu yang berjudul “Tempat Pulang”, bersama duo kakak-adik Livingroom. Laze merupakan salah satu rapper unggulan PreachJa Records yang dikenal dengan kecakapannya merangkai wordplay. Hal itu terbukti kala lagu “Simulasi Harta Takhta” kembali memapankan posisi Laze sebagai pandai kata di skena hip-hop tanah air.

Di lagu ini Laze mengangkat tema klasik yang begitu dekat dengan realitas kita sehari-hari seperti aspirasi kebahagiaan kelas menengah di kota besar. Konsistensi Laze dalam berbicara tentang tema-tema seputar perjuangan hidup, kerja, status, dan makna hidup di kota besar sebenarnya merupakan buah dari pengalamannya sendiri. Hadir sebagai kritik dan refleksi diri sekaligus sosial, lagu ini membawa makna yang lebih dalam tentang kebahagiaan yang sesungguhnya.

Laze mengajak pendengar untuk merenungkan makna dari dorongan manusia untuk mencari kebahagiaan dan kenyamanan lewat mengejar kekayaan. Pada lagu ini Laze menggunakan stereotip-stereotip khas kelas pekerja metropolitan untuk menceritakan khayalan klise para orang biasa tentang rasanya menjadi raja kota besar yang bergelimang harta dan kemakmuran.

Perjuangan keras penuh usaha terus menjadi nuansa yang mengiringi trek dinamis ini, sambil sesekali menyentil sadar orang-orang yang “tertidur di pantai/mimpi jadi taipan” untuk kembali hidup di dunia nyata. Lagu ini dengan akurat merepresentasikan situasi kontradiktif dalam realitas kelas menengah, yang juga merupakan realitas sehari-hari bagi Laze. Single terbaru Laze ini seakan mengatakan bahwa hidup dalam simulasi bukanlah sekadar eskapisme, namun merupakan alat survival dan self-rewarding bagi individu-individu yang lelah.

Setelah merilis album Puncak Janggal pada tahun 2020 yang diikuti dengan penampilan live berjudul “Panggung Janggal” tahun lalu, musisi dengan 4 nominasi Anugerah Musik Indonesia ini konsisten menghasilkan karya dan nada yang relevan, hidup, dan mudah dinikmati oleh para penikmat musik hip-hop maupun pop di Indonesia. Dengan sederet karya yang fresh dan kolaborasi lampau bersama musisi-musisi seperti Ariel Nayaka, Hindia, Noise from Under, BAP, dan Petra Sihombing, Laze membuktikan dirinya sebagai salah satu nama yang paling signifikan dalam perkembangan industri hip-hop Indonesia saat ini.

BACA JUGA - “Thousand Gods” Milik Faris Danyza Sarat Akan Nuansa Bali

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner