Kolaborasi Eyenapatna X Electracontra Di Pulau Dewata Bali

Kolaborasi Eyenapatna X Electracontra Di Pulau Dewata Bali

Tur ini akan menghampiri beberapa tempat di Pulau Bali, seperti Tanah Lot, Kuta, dan Uluwatu

Kolaborasi sangat dibutuhkan dalam bermusik. Seperti projek baru yang tengah digarap oleh dua grup musik asal kota Bandung, Eyenapatna dan Electracontra yang akan menggelar tur di pulau Dewata, Bali bertajuk Middle Earth Eyenapatna X Electracontra Cruising On Bali. Sebelumnya agenda rangkaian tur ini sangat tidak terencana, dan berawal hanya sekedar wacana ringan semata dilontarkan oleh salah satu personil Eyenapatna, yang terinspirasi atas kunjungan salah satu band asal Bali, Lily Of The Valley beberapa waktu lalu di Bandung. Dengan semangat gotong royong bersama, Eyenapatna akhirnya menyusun agenda rangkaian tur nya serta mengajak Electracontra untuk ikut bertandang bersama mereka di pulau Dewata, Bali. Upaya rangkaian tur ini juga turut dibantu oleh lingkungan pertemanan yang terjalin dengan personil Lily Of The Valley untuk mengorganisir kedatangan dua band asal Bandung itu. Tak hanya dari segi teknis acara saja, rangkaian tur ini turut menggandeng sosok Ibay Arifin sebagai ilustrator yang menyisipkan karyanya untuk artwork dan Bonky sebagai layouter untuk penata letak dalam flyer acaranya.

“Maseeee ada opsi dari kita, namanya ‘Middle Earth’. Nama ini di ambil dari invasinya J.R.R Tolkien sih, karena Bali ada di bagian tengah indonesia juga menurut kita mah gituh sih haha terus di Bali ada dewa-dewa kepercayaan dan budayanya, dan juga si middle earth teh emang suka dipake nama acara gituh sih tahun 1968-an,” ungkap Zhorif (Electracontra) lewat press rilis.

Kolaborasi antara kedua band rock independen Eyenapatna dan Electracontra asal kota Bandung ini, Selain menggelar tur bersama, juga menyediakan beberapa merchandise yang nantinya akan dijual saat tur berlangsung, serta nantinya akan menghampiri beberapa tempat di pulau Bali, seperti Tanah Lot (16 dan 19 Desember 2016), Kuta (17 Desember 2016), dan Uluwatu (18 Desember 2016).

 

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner