Lanjutkan Nafas Pengkaryaan, Magnolia Celebration Hadirkan EP Terbaru
Unit rock alternatif asal Tangerang, Magnolia Celebration, kembali hadir dengan karya baru yang menyentuh sisi emosional pendengarnya. Setelah menggugah perasaan lewat single "Strangers Again" pada 2023, band ini kini merilis mini album bertajuk "Too Shy, Too Blind", yang menandai kelanjutan perjalanan musikal mereka dalam nuansa sendu dan kontemplatif.
Lewat EP ini, Magnolia Celebration mengajak pendengarnya untuk ikut merayakan sesuatu yang sering kali dihindari: rasa sakit. “Di dalam mini album ini, kami mengajak teman-teman pendengar untuk merayakan salah satu unsur dalam kehidupan kita, yaitu rasa sakit, dalam bentuk apapun,” ungkap mereka.
Berisi lima lagu, "Too Shy, Too Blind" menjadi jembatan dari era "Fantasia" (2022) dan juga penutup dari fase musikal mereka yang banyak berbicara soal kisah asmara. Namun, bukan hanya dari sisi tema yang berkembang, Magnolia Celebration juga mulai berani mengambil langkah artistik baru: mengurangi intensitas suara distorsi yang cukup dominan di album sebelumnya, dan menggantinya dengan pendekatan musik yang lebih subtil dan reflektif.
Salah satu momen paling istimewa dalam EP ini hadir lewat kolaborasi dengan almarhum Ade Paloh, musisi senior yang dikenal luas dalam kancah musik independen Indonesia. Lagu "The Art of Chasing You" menjadi karya istimewa, tak hanya karena kualitas musikalnya, tetapi juga karena kehadiran Ade Paloh menjadi semacam simbol restu dan kesinambungan dalam semangat bermusik.
Mini album ini juga melibatkan sejumlah nama penting dalam proses kreatifnya: Ican Pane (Turbokidz) dan Pandu Fuzztoni di bagian mixing dan mastering, Ezra dari Earhouse Studio untuk rekaman vokal, Edi Kusnadi dari Lontar Studio untuk rekaman drum, serta Adil Akbar sebagai teknisi vokal Ade Paloh. Tak ketinggalan, ilustrasi artwork album ini juga turut memperkuat pesan emosionalnya lewat sentuhan lukisan dari Hannan Hafizh.
Dengan “Too Shy, Too Blind”, Magnolia Celebration tidak hanya menyajikan lagu-lagu yang bisa didengar, tetapi juga pengalaman emosional yang bisa dirasakan. Ini adalah ajakan untuk menikmati luka, bukan untuk terjebak di dalamnya, melainkan untuk benar-benar memahaminya sebagai bagian dari proses menjadi manusia.
Mari dengarkan dan rayakan rasa sakit bersama Magnolia Celebration.
Comments (0)