Lewat Single Berjudul Pesta Pora Timah Panas Human Autopsy Mengkritisi Polah Masyarakat Zaman Now

Lewat Single Berjudul Pesta Pora Timah Panas Human Autopsy Mengkritisi Polah Masyarakat Zaman Now

Sumber foto : Press release Human Autopsy

Human Autopsy menuturkan jika single terbaru ini terinspirasi dari situasi dimana masyarakat diperbudak oleh zaman, maupun teknologi yang ada, sehingga manusia menjadi individu yang tidak peduli terhadap sesama, dan lingkungan sekitar.

Berdiri pada tahun 2009, salah satu band deathcore asal kota Denpasar bernama Human Autopsy mulai melebarkan sayapnya, dengan dirilisnya album perdana mereka yang berjudul "Riuincarnation", pada tahun 2016 lalu. Album ini berisikan 12 track, dibawah naungan label bali bernama Trill/cult rec. Selang dua tahun setelah rilis album perdana mereka, tepatnya pada tahun 2018 ini mereka kembali dengan merilis single terbarunya berjudul “Pesta Pora Timah Panas”. Single ini menjadi pembuktian dari Trie (vokal), Patra (lead gitar), Mangku ( ritem guitar ) Adit (drum), dan Yusda (Bass), untuk mengokohkan nama bandnya, tidak hanya dalam ruang lingkup ranah musik di Bali saja, namun juga secara nasional.

Dari rilisan pers yang DCDC terima, proses pengerjaan single ini terbilang cukup singkat, sekitar tiga bulan, dan langsung masuk studio rekaman. Lebih jauh mereka menuturkan jika single terbaru ini terinspirasi dari situasi dimana masyarakat diperbudak oleh zaman, maupun teknologi yang ada, sehingga manusia menjadi individu yang tidak peduli terhadap sesama, dan lingkungan sekitar. Hal ini menyebabkan banyak orang yang dirugikan, dan menimbulkan perpecahan.

Dan sedikit kilas bali dengan album perdananya, single berjudul “Pesta Pora Timah Panas”, terbilang cukup berbeda dengan track di album “Ruincarnation”. Hal ini cukup terasa darii tuningnya yang dibuat lebih low dari sebelumnya, dan untuk lebih mengenalkan single ini, mereka juga langsung membuatkan visualnya, yang bisa diunduh secara gratis di akun youtube Human Autopsy.

BACA JUGA - Suguhan Lima Lagu Catchy dari Mini Album Perdana Kolektif Pop Asal Bogor, Neal

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner