“Milky Way” dan Titik Nyaman Antartick Menjajaki Bebuyian

“Milky Way” dan Titik Nyaman Antartick Menjajaki Bebuyian

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Antartick

Disepakati oleh keempat personilnya, lagu “Milky Way” adalah titik nyaman unit Antartick menjajaki serangkaian bebunyian

Ada yang terbaru dari band kota Hujan, Antartick. Alih-alih terjebak dalam satu aliran musik saja, kali ini mereka mencoba untuk lebih berani dan jujur untuk mendengarkan diri sendiri agar bisa keluar dari satu batasan jenis dan warna musik tertentu, baik dari segi muatan liriknya maupun komposisi musik yang kini ditambahkan elemen dari instrumen synthesizer. Satu hal yang belum pernah Joean (vokal), Anang (gitar), Helvi (bass) dan Sandy (drum) lakukan sebelumnya di karya-karya mereka terdahulu.

Kita tidak lagi mendengar musik hingar bingar seperti di lagu “Kebas”, “Speak Up!” ataupun nuansa rock & roll seperti di “Mobil Butut”.  Begitu juga dengan pop melankoli seperti di single mereka, “Hujan”.

“Mau diakui atau tidak, saat proses berkarya (kadang) kita terpengaruh oleh hal lain dari luar yang bisa mengaburkan orisinalitas sebuah ide. Jadi kita membuat lagu sesuai dengan apa yang kita mau. Bukan orang lain atau pasar mau,” ujar Anang, gitaris.

Hal yang sama diakui Helvi sang bassis. Di lagu terbaru mereka yang berjudul “Milky Way” ini dianggap sebagai pembeda dan hadir lebih segar dari yang sebelum-sebelumnya.

"Kita memang selalu pengen ngasih kejutan buat kalian di setiap lagu yang kita rilis. Beda, jelas. Ya inilah Antartick, semoga kalian suka," tambah Helvi sang bassis.

Disepakati oleh keempat personilnya, lagu “Milky Way” adalah titik nyaman unit Antartick menjajaki serangkaian bebunyian. Proyek eksperimental kata mereka. Spesialnya lagi, lagu ini menjadi medium curhatan sang vokalis Joean Lasta yang mengaku dirinya membuat lagu saat sedang PDKT dengan seseorang.

"Waktu itu lagi nggak bisa tidur lalu kepikiran aja buat nulis. Lagu ini ceritanya soal cowok yang berusaha deketin cwek tapi rasanya susah banget. Jauh banget aja gitu buat mencapai si cewek ini makanya ada lirik you're like a Milky Way from Me," jelas Joean.

“Dalam bahasa Indonesia, Milky Way adalah gugusan bintang alias bima sakti. Saking jauhnya, si perempuan ini pun diibaratkan berasa di atas galaksi yang sulit sekali diraih,” pungkas Joean.

BACA JUGA - “Groote Postweg” : Sanjungan Aftertones Untuk Kota Bandung

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner