“Groote Postweg” : Sanjungan Aftertones Untuk Kota Bandung

“Groote Postweg” : Sanjungan Aftertones Untuk Kota Bandung

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Aftertones

Tak dipungkiri, hawa sejuk Kota Bandung berhasil memikat orang-orang untuk tinggal dan datang. Bandung memiliki kesan yang membekas pada tiap insan yang pernah menginjakkan kakinya di Tanah Parahyangan ini

Bicara tentang Bandung, tentunya banyak hal lahir dari kota ini. Ragam reka cerita di dalamnya, banyak yang kemudian di gubah menjadi lagu. Sejak tahun 1960-an hingga sekarang paling sedikit terdapat lusinan bahkan puluhan lagu sanjungan teruntuk kota Kembang. Mulai dari lagu perjuangan yang dinyanyikan saban Senin pagi, tentang soto, romansa, nostalgia, ekosistem hingga lagu tentang sentra sepatu di kawasan Cibaduyut dan masih banyak lainnya. Warna musiknya pun berbeda-beda, tergantung siapa yag menyanyikan dan tema apa yang dibawakan. Tetapi, benang merahnya tetap satu, yakni keanggunan kota Bandung beserta sepaket lengkap keelokkan di dalamnya.

Tak dipungkiri, hawa yang sejuk Kota Bandung berhasil memikat orang-orang dari masa ke masa untuk tinggal dan datang di sana – Kota Kembang, Paris Van Java, Kota Mode, Kota Kuliner, Kota Pramuka, barometer musik Indonesia atau apapun itu sebutannya – Bandung memiliki kesan yang membekas pada tiap insan yang pernah menginjakkan kakinya di Tanah Parahyangan ini. Saking indahnya, banyak pemusik yang mengabadikan memori dan perasaannya tentang Bandung melalui lirik lagu yang mereka ciptakan, bagi musisi dan seniman sepertinya sudah menjadi “kewajiban’ bagi mereka untuk membuat syair pujian bagi kota  asal yang membesarkan mereka.

Menambah daftar panjang musisi yang membuat lagu tentang kota Bandung, Aftertones, band Indie pop berbasis Adult-Oriented Rock (AOR)/City Pop merilis single anyar berjudul “Groote Postweg” pada 25 Februari 2022 lalu di gerai-gerai layanan musik digital.

Setelah sebelumnya mereka mengeluarkan single pada tahun 2021  dengan menggandeng solois asal negeri Sakura, Kiarayui, Aftertones kembali dengan karya terbarunya yang tidak kalah danceable dan powerful di single “Groote Postweg” ini.

“Groote postweg” adalah sebuah lagu yang  menceritakan sebuah perasaan  tersendiri yang dimiliki oleh seseorang  yang sudah lama besar di Kota Bandung, Jawa Barat, dari lahir sampai saat ini. Seperti yang dikutipkan oleh Pidi Baiq, “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”.

Dikutip dari siaran persnya, penulis lagu “Groote Postweg” ini  merasa bahwa kutipan sang imam besar The Panasdalam itu ada benarnya dan valid. Ada unsur lain (selain perasaan) yang terlibat  jika berbicara tentang kota Bandung. Mulai dari perasaan cinta, pertemanan, nostalgia, bahkan secara spiritual. Ide ini muncul ketika sang penulis seringkali melewati jalanan yang populer di Kota Bandung seperti Jl. Ir. H. Juanda, Jl. Braga, Jl. Buah Batu, dan  kawasan  Antapani   yang  secara  tidak  sengaja  mendistraksi pikiran penulis.

“Ada kenangan selama kurang lebih 23 tahun menyusuri setiap hari jalan-jalan tersebut, yang akhirnya digubah menjadi sebuah lagu,” ujar sang penulis lagu yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Kesan yang  muncul pertama kali  saat mendengarkan Aftertones di single “Groote Postweg” ini adalah bagaimana Aftertones cukup cermat mereprensetasikan ciri khas pop kreatif lawas tahun 70-an & 80-an-nya tetapi dengan pendekatan nuansa modern pada muatan liriknya.  Lagu ini memiliki suasana yang terbilang  cukup  energetik, ditandai dengan adanya beat musik disko yang sederhana tapi mampu menggoyangkan tubuh untuk ikut berdansa mengikuti irama, hingga alunan brass yang ikonik dan aransemen aliran musik yang tetap dipertahankan oleh Aftertones.  Keseluruhan produksi lagu “Groote Postweg” dilakukan secara mandiri oleh personil Aftertones menggunakan pola Home Recording yang memakan waktu kurang lebih 1 bulan.

Dengan dirilisnya single “Groote Postweg” ini menjadi penanda Aftertones menuju album mereka yang direncanakan akan dirilis tahun 2022 ini. Sembari menunggu, simak terlebih dahulu single “Groote Postweg” melalui tautan di bawah ini.

BACA JUGA - Gandeng Radio Announcer, Siberian Redsocks Lepas “Human Skin”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner