Mustache and Beard Obati Kerinduan Penikmatnya Lewat “Memadu Rindu”
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Mustache and Beard
Melalui tema yang sangat intim dan personal tersebut, MAB menyajikan pesan dan rasa melalui musik pop nusantara yang menjadi karakteristik dan identitas mereka selama ini
Arus pergerakan rilisan terbaru di belantika musik Indonesia memang selalu fresh dan beragam. Dari semua lini, rilisan-rilisan terbaru hadir berjejer rapi di banyak platform musik digital. Di mana industri musik Indonesia semakin seru untuk disimak. Ikut meramaikan arus musik Indonesia, sekaligus menjadi ajang melampiaskan segala hasrat bermusik yang tertunda, Mustache and Beard (MAB) kembali menunjukkan auranya dengan merilis sebuah single terbaru bertitel “Memadu Rindu”.
Menanggapi soal ‘melampiaslam hasrat musik yang tertunda’, sebenarnya lagu “Memadu Rindu” ini sudah digarap MAB sejak masa pandemi beberapa tahun lalu. Hal itu dimanfaatkan para personil MAB untuk berkontemplasi, dan lebih fokus untuk meramu lagu ini lebih matang, termasuk dalam mempersiapkan album teranyarnya nanti.
Kondisi pandemi membuat kehidupan MAB sebagai band berubah total, selain sibuk menyelamatkan dapur kehidupan masing-masing. Aktivitas rutin mingguan yang sering mereka lakukan sebagai band pun lambat laun intensitasnya berkurang. Tapi banyak aktivitas dan hobi baru yang muncul, dengan banyaknya pengalaman dan insights baru, menjadi kesempatan bagi MAB untuk bisa lebih dekat dengan keluarga dan diri sendiri di rumah.
Kondisi pandemi juga akhirnya menjadi jembatan transisi kehidupan baru bagi dua personil kami beranjak ke kehidupan pernikahan. Yang kini menjadi momentum bagi MAB untuk segera merilis kembali single terbaru yang sebenarnya sudah siap sejak sebelum pandemi, diantara momentum-momentum ini pun, personel MAB yang sempat non aktif (Bima Albera), kini kembali bergabung memperkuat MAB.
Single “Memadu Rindu” diangkat dari perjalanan pendewasaan MAB dalam mendalami dan mengalami ribuan perasaan yang dilalui, tentang rindu dan keinginan untuk menggapainya, perihal rindu terhadap hal yang kini sudah tidak bisa lagi dialami, tentang yang sudah lalu, menanggapi perasaan yang sangat ingin memeluk kenangan indah bersama seorang yg dulu dicintai, kepada teman, kepada momen indah yang tak bisa terulang, apalagi bersama orang yang tak lagi bersama, bisa karena sudah pisah atau sudah berpulang. Dalam “Memadu Rindu” MAB menghadirkan rasa itu semua kedalam sebuah alunan lagu yang sendu dan penuh emosi.
Melalui tema yang sangat intim dan personal tersebut, MAB menyajikan pesan dan rasa melalui musik pop nusantara yang menjadi karakteristik dan identitas mereka selama ini. Band yang digawangi oleh M. Afif Abdulloh (vokal, akordeon, dan flute), Febryan Tricahyo (gitar dan vokal), Adri Imad Kadifa (trumpet dan trombone) M. Nagib Assegaf (drum) dan Bima Albera (gitar dan vokal) ini memiliki ciri khas musik yang ritmis dan harmonis, terutama gaya cengkok vokal Melayu Afif yang khas membuat gaya bermusik MAB menjadi anomali di tengah gegap gempita folk-pop beberapa tahun lalu. Mereka tidak terlalu terdengar seperti Dylanesque, tapi mereka justru membangun identitas khas “lokal” terutama gaya vokal Afif yang dibalut dengan nuansa instrumen yang kental menjadi daya tarik tersendiri dari Mustache and Beard.
Penulisan lirik berbahasa Indonesia masih konsisten mereka gunakan, tentunya dilengkapi dengan aransemen yang beragam menjadi upaya MAB untuk mencerminkan emosi dari lagu “Memadu Rindu” ini.
“Tidak ada alasan yang lebih menarik bagi kami untuk tidak menggunakan buah hasil Bumi Pertiwi, tentunya, Bahasa Indonesia,” ujar MAB
“Komposisi aransemen yang beragam menjadi upaya kami untuk mencermink- an emosi lagu ini, ditambah dengan lirik Bahasa Indonesia.” Tambahnya.
Menurut MAB, single “Memadu Rindu” memang masih banyak dipengaruhi beberapa karya-karya di album debut mereka. Dalam artian, mereka tidak ingin terlalu banyak mengubah konsep bermusik dan karakter unik musik mereka. Mereka masih konsisten dengan gaya bermusik pop nusantara yang harmonis dan gaya cengkok vokal yang identik, Hal itu bisa didengar dalam single “Memadu Rindu”.
Single “Memadu Rindu” sudah dapat dinikmati di berbagai portal pemutar musik online dan akan menjadi pembuka MAB menuju album terbarunya nanti.
Comments (0)