“Musubi” by Lightspace : Sudahi Mengutuk 2020, Mari Berselebrasi dan Terlahir Kembali
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Lightspace
Lagu "Musubi" terinspirasi dari anime “Kimi No Nawa” garapan Makoto Sinkai yang memiliki arti keterikatan. Lightspace mengajak pendengar untuk menyudahi mengutuk tahun 2020 serta merajut ulang cita-cita untuk kembali terwujud
Trio instrumental asal Bandung, Lightspace ambil langkah kembali ke catur musik Indonesia dengan meluncurkan single anyar berjudul “Musubi”. Terinspirasi dari anime “Kimi No Nawa” garapan Makoto Sinkai yang memiliki arti keterikatan. Lightspace menyisipkan pesan seputar keterbatasan kita dalam berinteraksi dan bertatap muka, menyudahi untuk mengutuk tahun 2020, tegar menghadapi masa sulit selama setahun terakhir, serta merajut ulang cita-cita untuk kembali terwujud.
Lightspace menawarkan hal baru dengan menciptakan karakter baru yang lebih kuat dibanding album Yugen. Bagi mereka single “Musubi” menjadi simbol sebuah harapan baru untuk menghadapi satu tahun kedepan, sekaligus kecupan perpisahan untuk tahun 2020 yang sudah banyak menempa mereka. Tahun yang dianggap paling membekas bagi umat manusi selama dua dekade terakhir, termasuk diantaranya bagi unit Lightspace.
"Single baru ini jadi tanda bahwa kami aktif kembali, tentunya setelah setahun kemarin,” pungkas Aceng (manajer band) dalam sebuah obrolan bersama Rumus Records. Bisa dibilang perilisan single ini menjadi sebuah comeback dan perayaan sisi introvert personil Lightspace.
Tema Jepang lekat dan kental auranya dalam single “Musubi” ini. Selipan nuansanya menjadi salah satu formula dari karya terbaru Lightspace. Mulai dari “Levias” hingga “Yugen” kini mereka memantapkan tema negeri sakura pada “Musubi”, yang merupakan salah satu nomor dalam EP mereka mendatang. EP ini pun direncanakan bakal rampung dan diluncurkan pada tahun 2021.
Ragam nada dirangkum dan dimaksimalkan dengan ketukan lagu untuk menyampaikan pesan dan rasa. Lewat single “Musubi” Lightspace berharap dapat kembali berinteraksi dengan pendengarnya, baik yang sudah mengikuti Lightspace sedari awal berkarya, maupun yang baru melalui keterikatan yang coba disampaikan lewat setiap karyanya yang baru, dan juga menyatukan visi para pendengar yang terperangkap disituasi serupa dengan hati dan pikiran yang berbeda. Sebuah persembahan alunan musik idealis tanpa vokal yang kompleks dan sarat emosi yang seperti biasa Lightspace lakukan. Mari berselebrasi dan terlahir kembali bersama Lightspace.
Siaran Pers Lightspace oleh Java Anggara
Ditulis ulang oleh : Franco Londah
Comments (0)