Olegun Gobs Tabrak Isu Seksisme Lewat Lagu "SORAK"
"SORAK" adalah tentang dukungan pada pesepakbola perempuan yang kini tengah disorot. Lagu ini menyuarakan tentang sebuah mimpi atau cita-cita, bahwa keduanya adalah universal dan tidak bisa dibatasi karena urusan jenis kelamin.
Di penghujung November lalu, grup musik ska yang secara spesifik menamai aliran musik mereka Skabies yaitu Olegun Gobs meluncurkan satu lagu baru. Pasca merilis album perdana bertajuk Gobs Collection di tahun lalu, kini Yayoi (vokal), Aligun (gitar), Japra (bas), Helmi (gitar), Bimo (drum), Adit (saksofon), Udin (trompet), Faiz (trombon) dan Sufy (perkusi) melepas single berjudul "SORAK".

Energi yang serupa dengan lagu "Gelora" milik .Feast dan The Panturas hadir di lagu "SORAK". Jika di lagu "Gelora" mereka mempropagandakan dukungan pada atlet yang berlaga di SEA Games 2019, lagu "SORAK" diperuntukan secara umum untuk lembaran sejarah sepakbola Indonesia, khususnya untuk sepakbola perempuan yang kini tengah mendapat perhatian. Sang vokalis bertutur bahwa tema ini terinspirasi dari sebuah artikel dalam salah satu media olahraga digital yang menyoal sepakbola dan seksisme.
Fokus pada seksisme pula lah yang mengantarkan lagu "SORAK" didedikasikan pada para pesepakbola perempuan. Menurut Olegun Gobs, akhirnya setelah sekian lama, sepakbola perempuan mendapatkan perhatian dengan bergulirnya kompetisi resmi yaitu Liga 1 Putri. Lagu ini menyuarakan tentang sebuah mimpi atau cita-cita, bahwa keduanya adalah universal dan tidak bisa dibatasi karena urusan jenis kelamin. Meski dalam pelaksanaan Liga 1 Putri diceritakan masih ada perlakuan tidak pantas terkait seksisme, tapi mereka berusaha meninju stigma negatif yang mengikuti pengejar mimpi di bidang masing-masing.
"SORAK" direkam di dua studio, yaitu Cup Noise Music, sebuah home recording di Jatinangor, dan Ava Studio. Dalam penggarapan lagunya, Olegun Gobs bekerja sama dengan beberapa nama, di antaranya Indra Severus dari Red Studio untuk urusan mixing & mastering, Bentang Satriaji sebagai eksekutor pada bagian artwork, juga Abyan 'Acin' Nabilio sebagai musisi tamu yang mengisi bagian vokal dan menambah guitar lick guna memperkuat nuansa semangat di lagu tersebut.
Comments (0)