Lanjut Sajikan Karya Terbarunya, Soegi Bornean Rilis Single “Legawa”
Tanpa meninggalkan warna yang menjadi ciri khas musiknya, “Legawa” disajikan dengan sentuhan perpaduan Jawa dan Kalimantan
Tanpa meninggalkan warna yang menjadi ciri khas musiknya, “Legawa” disajikan dengan sentuhan perpaduan Jawa dan Kalimantan
Seakan enggan berpuas diri terlalu dini, Minodrama yang digawangi oleh Ugenx (vokal & gitar), Rasid (gitar & vokal latar), Firman (bass), serta Ugih (drum) kembali merilis single dalam format video lirik. Kali ini sebuah lagu berjudul “Always Stay” yang mereka pilih untuk menjadi single terbarunya.
Dari segi lirik, lagu “Horizon Alam Khayal” ini menceritakan tentang khayalan soal bagaimana jika kita bisa berteleportasi ke zaman batu karena kondisi bumi saat ini semakin rusak dan tidak kondusif akibat ulah manusia itu sendiri
“Tomb of Death” juga membawa pembaharuan dari sisi musikal MARAX, lagu ini digubah dengan warna baru yang syarat akan ambience, lebih intens dari rilisan mereka sebelumnya
“Mainstay Machine” mengangkat kisah unik dan personal tentang hubungan emosional antara manusia dan mesin—dalam hal ini, kendaraan roda dua yang menjadi sahabat perjalanan hidup
"Written Words" bercerita tentang perjalanan berliku untuk menemukan diri sendiri di tengah saran yang tidak diminta dan tekanan sosial yang sering muncul di usia 20-an
Tak hanya hadir dalam format audio, video klip resmi "Dimana Salahnya" juga telah dirilis, dengan arahan visual dari fotografer dan sutradara kenamaan Rio Motret. Visualnya memperkuat cerita lagu yang menyayat hati dengan pendekatan sinematik yang puitis
Single “Berjalan Adanya” ini melanjutkan sekuel dari lagu “Abadi” dan bahkan direncanakan akan menjadi pengisi dalam album perdananya
Don't Be Sad” ditulis oleh Rizvir, sang vokalis, sejak tahun 2022. Ia mencoba meramu kisah personal tentang rasa ditinggalkan tanpa kejelasan, kemudian memperluasnya agar mewakili pengalaman banyak orang
Jika versi asli lagu ini menonjolkan semangat patriotik melalui irama mars yang cepat dan tegas, maka versi Mesin Waktu mengusung nuansa yang lebih akrab dengan selera anak muda masa kini
"Kami ingin membagikan apa yang kami lalui di kehidupan ini," ungkap Natassya, sang vokalis. Tanpa peduli latar belakang atau batasan bahasa, Thee Marloes percaya bahwa musik yang jujur akan selalu menemukan jalannya menuju hati banyak orang
Sederhananya, “Lari atau Mati” ini merupakan medium storytelling yang membawa imajinasi pendengar untuk menyelami kengerian dari sebuah bencana, yang kemudian memberikan pilihan: LARI ATAU MATI!