Wisata Jiwa Mengobati Kerinduan Pecinta Musik Alternative 90an
Setelah sekitar tiga tahun proses berkarya, Wisatajiwa telah menciptakan beberapa lagu yang akan dimasukan ke dalam list album perdananya yang berjudul Vertikal.
Setelah sekitar tiga tahun proses berkarya, Wisatajiwa telah menciptakan beberapa lagu yang akan dimasukan ke dalam list album perdananya yang berjudul Vertikal.
Avanada merilis EP berjudul Fall pada 12 April 2019 mendatang, dimana hal tersebut juga bertepatan dengan perhelatan rilisan fisik bertajuk Record Store Day.
Seakan sedang menemukan momen yang pas, tak berselang lama sejak dirilisnya video klip “Love Is Killing Us”, Wolves And Racoon kembali merilis single serta sebuah video klip berjudul “Hit!”
Penyanyi solo, Kavenda merilis single "Pertikaian Kata" pada akhir Maret lalu. Untuk perilisan karya terbarunya, ia menggandeng Anda Perdana, penyanyi yang makin dikenal lewat "Menghitung Hari" di soundtrack film "Ada Apa dengan Cinta?".
Kuartet stoner rock asal Purwosari, Berbisa baru-baru ini merilis single berjudul "Wabah", dinaungi oleh Tarung Records. Lagu ini merupakan jembatan menuju perilisan split-tape bersama unit stoner rock asal Kuala Lumpur, Keladak.
Kuartet alternative rock asal Medan, Eleanor Whisper kembali menyiarkan kabar soal karya terbaru mereka. Kali ini, mereka melepas sebuah single berjudul "Fansy". Lagu ini menawarkan warna musik baru dari Eleanor Whisper yang lebih segar dan lebih ceria.
'Ia bisa jadi lahir dari pesan masa silam. Barangkali dari tutur kata bapak. Mungkin juga suara renta para guru atau sesuatu yang kita memang tak kuasa mengingatnya lagi. Petuah itu kurang lebih mengatakan, "Segala yang berlebihan, tidak mendatangkan kebahagiaan"'.
Coklatfriends, jangan lupa hadir di DCDC ShoutOut! Day tanggal 6 April 2019 di Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Akan ada penampilan dari tujuh band DCDC ShoutOut! dan sesi sharing dari Addy Gembel, Toteng (Forgotten) dan Faizal (Angel of Death).
Ashes dan Altarlogika menyusun “Paska Senyap” dengan visi yang sama untuk menghadirkan energi dari kecintaan terhadap musik, serta eksperimentasi yang dibangun dari bongkahan industrial dan hip hop.
Lagu “Selaksa Maya”, menurut Of Absolute Zero dapat menjadi refleksi kepada kita dan orang-orang sekarang ini yang sebagian waktunya ia habiskan pada layar smartphone atau hidup bersosial di dunia maya.
Meski lagu “Love Only Friend Inside" terkesan punya konteks yang galau, namun Raka tidak ingin menyampaikan hal tersebut dalam bentuk kesedihan. Menurutnya tidak perlu menjadi pacar untuk membuatnya bahagia.
Selain menyajikan eksplorasi di ranah instrumen, lagu “Linimasa” juga menurut Skastra mengangkat tema lirik yang cukup jarang terdengar di kancah musik ska dan juga musik indie lokal pada umumnya, yaitu tentang media sosial.