“BELANTIKA” : Sajian Awal yang Otentik dari Monster Replika
Lebih dalam tentang “BELANTIKA”, single ini menjadi pesan dari Monster Replika bahwa bermusik tidak harus terkekang dan mengikuti apa yang sedang ramai dipasaran
Lebih dalam tentang “BELANTIKA”, single ini menjadi pesan dari Monster Replika bahwa bermusik tidak harus terkekang dan mengikuti apa yang sedang ramai dipasaran
Cupumanik sepakat untuk kembali menyuguhkan karya-karya anyar nan segar, dan tetap mempertahankan warna Grunge ala Cupumanik yang khas
Langkah perdana mereka menuju album debut diawali dengan merilis empat single sekaligus pada Oktober 2024: Biar, Maut, Kesepian, dan Market. Keempat lagu ini merupakan refleksi eksistensial yang mengulik sisi terdalam pengalaman manusia
Menariknya, “Sial!” sejatinya merupakan lagu pertama yang mereka ciptakan. Namun, keputusan internal lewat sistem voting membuat lagu ini sempat tertunda perilisannya
Mellowness menyuguhkan empat lagu yang disebut Hermione sebagai “indah, agresif, dan riang-pilu”. Judul albumnya sendiri berarti kesenduan—sebuah refleksi tentang pendewasaan dalam cinta yang menjadi benang merah di seluruh track
Dalam “Manuver”, Youthquake menyoroti ironi dalam dinamika politik daerah. Bukan sekadar menyalahkan, namun mencoba menggambarkan siklus manipulasi kekuasaan, janji kosong, dan taktik bertahan demi kekuasaan melalui lirik-lirik yang tajam, sarkastik, dan ambigu
Single “The I” menawarkan pengalaman sonik yang gelap, dinamis, dan emosional. Dengan balutan riff gitar yang agresif, pukulan drum yang masif, lapisan melodi violin yang menyayat, dan atmosfer gothic dari keyboard, lagu ini menjadi pengantar sempurna untuk mengenal karakter Sorcha lebih dalam
“Hese Sare" diharapkan dapat menyentuh hati pendengar, khususnya mereka yang memahami makna perjuangan dan keinginan untuk mencapai impian, meski menghadapi berbagai tantangan
Sindikat Sisa Semalam masih menyajikan lingkup musik Lo-Fi dengan beberapa pembaruan yang segar. Kali ini, “Appu Tuyut” menghadirkan nuansa latin dengan vibe tropis yang kentara
Dari segi musik, “Tapi” hadir dengan gaya komposisi musik baru dibandingkan nomor-nomor di album ‘Memorandum’
Deri Adhika sendiri merupakan seorang profesional di bidang hukum yang memiliki ketertarikan mendalam pada musik. Kecintaannya terhadap seni ini, sempat membawanya mempelajari dan menekuni drum dan piano
Tur ini terasa sangat relevan bagi siapa pun yang masih menyimpan kenangan masa sekolah dalam hati: dari mereka yang pernah jatuh cinta pada sahabat sendiri, berharap kisahnya bisa seperti Teman Tapi Menikah, hingga mereka yang ingin melupakan luka lama tapi selalu gagal