Penggambaran Dilematika Ambang Batas Percintaan Dari Mellisa Indah

Penggambaran Dilematika Ambang Batas Percintaan Dari Mellisa Indah

Membuka lembaran baru di tahun 2018, karya single dipilih sebagai pijakan awal bagi soloist asal Semarang itu 

Awal tahun memang sebuah momentum bagi segelintir musisi Indonesia. Dimana kerap dijadikan sebuah landasan dalam menelurkan karya musik baru, ataupun juga dapat menjadi momen perkenalan dengan musisi baru. Seperti contohnya soloist baru asal Kota Semarang bernama Mellisa Indah yang memulai debut karirnya dengan merilis sebuah single berjudul “You Are The One”.

Sebelumnya, Mellisa Indah juga pernah tergabung dalam sebuah proyek musik di tahun 2010. Grup yang dulu dibesutnya itu adala GLVS yang beraliran Jazz selaku band lokal asal Kota Semarang. Setelah berhenti bergerak dengan grup musiknya tersebut, ia lantas memilih berkarir solo dan mengambil jalur musik pop seperti sekarang ini. Dan seperti yan telah disebutkan sebelumnya, ia baru saja merilis single berjudul “You Are The One” sebagai pijakan awal karirnya sebagai soloist. Mengenai karya perdananya ini, secara spesifik tema yang diambil adalah mengenai dilematika sebuah hubungan percintaan yang menuju ambang perpisahan oleh dua insan. Dikemas dengan bentuk musik Pop yang beririsan dengan warna kelam ala Soul Rnb, Mellisa dengan lugas menuturkan penggambaran hubungan yang di ambang batas itu. Namun, ada satu sosok yang dipilih oleh Mellisa dalam proyek solonya ini. Adalah pria bernama Imam Agung Prasetyo yang menyusun strategi bermusik untuk Mellisa agar menembus kancah industry musik nasional.

Secara keseluruhan, materinya terbilang ramah semua kuping yang mendengarkan. Mulai dari awal hingga akhir lagunya dimainkan/diputarkan, pendengar secar tak langsung dibawa kedalam emosi yang terdapat pada lagunya. Terlebih memudahkan bagi pendengarnya untuk mengetahui penyampaian dari segi lirik di single ini, karena dikemas dalam bentuk video lirik melalui kanal Youtube resminya.

Foto diambil dari press rilis Mellisa Indah

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner