Perdana Bagi Biggest Duck Merilis Lagu Tanpa Unsur Elektronik
Foto didapatkan dari rilisan pers Biggest Duck
Diakui oleh Biggest Duck jika lagu berjudul “Love Him More” ini bercerita tentang seorang pria yang diselingkuhi dan ditinggal pergi oleh kekasihnya.
Tahun 2017 menjadi catatan menarik bagi Biggest Duck, pasalnya musisi bernama asli M.T. Fathoni ini merilis debut singlenya yang berjudul ‘’Stay’’, di mana sebagai amunisi pertama dirinya melibatkana nama Farah Firdausy sebagai kolaboratornya. Hal menarik lainnya dari kemunculan Biggest Duck ini adalah latar belakang karya yang dihasilkannya, di mana pada awalnya dia hanya fokus pada segi produksi musik electronic pop, namun setelah mendalami dunia scoring film pendek bersama Farah Firdausy di lingkungan perkuliahannya, ia mulai memasukkan berbagai influence dan genre yang berbeda ke dalam karyanya sendiri. Selang tiga tahun sejak perilisan debut singlenya, tahun 2020 ini Biggest Duck kembali merilis sebuah single berjudul “Love Him More”, yang untuk pertama kalinya tidak memiliki unsur genre elektronik dalam pola kreasinya.
Lebih jauh bercerita tentang proses kreatifnya, menurut rilisan pers yang DCDC terima pada awal Maret lalu, Biggest Duck mendapat tawaran untuk mengisi komposisi musik sekaligus soundtrack dalam film pendek horror yang disutradarai oleh Andrew Bachtiar berjudul “The Hole” yang ditayangkan melalui kanal YouTube Axelara Media, pada tanggal 13 Maret 2020. Referensi yang diberikan oleh sutradara perihal soundtrack yang diinginkan adalah lagu-lagu yang dibawakan oleh The Spouse. Hal ini dijadikan kesempatan olehnya untuk memproduksi dan merilis lagu berbeda dari genre elektronik yang biasa dibuatnya, dan kemudian lahirlah lagu “Love Him More”.
Diakui pula olehnya jika lagu ini bercerita tentang seorang pria yang diselingkuhi dan ditinggal pergi oleh kekasihnya. Dalam penggarapannya, Biggest Duck menginginkan vokal yang terdengar seperti orang yang bercampur aduk emosinya, agar tergambar situasi dan perasaan yang dihadapi karakter dalam lagu itu. Musiknya sendiri bergenre pop-rock dan mengambil influence dari beberapa band indie di Bandung dan Jatinangor seperti Erratic Moody dan Well Whale.
Video klipnya sendiri sudah dibuat dan dirilis di kanal YouTube Biggest Duck pada tanggal 3 Maret 2020. Video klip lagu ini mengambil konsep rutinitas yang dilakukan orang-orang pada umumnya dalam masa karantina mandiri COVID-19 sambil memperlihatkan penampilan Biggest Duck yang me-lipsync-kan dan memainkan instrumen-instrumen lagu ini sendirian di kamarnya.
Comments (0)