Second Story Siap Tancap Gas Lagi Lewat Single Terbaru “Divided”
Unit post-hardcore asal Jember, Second Story, kembali unjuk taring dengan semangat baru setelah lebih dari satu dekade berkubang di kancah musik bawah tanah. Setelah 14 tahun melewati pasang surut di industri musik lokal, mereka menunjukkan bahwa konsistensi bukan hanya soal bertahan, tapi juga soal bertransformasi.
Perombakan personel yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir—termasuk bergabungnya vokalis baru pada 2022—justru menjadi titik balik penting bagi band ini. Bukannya melemah, Second Story justru semakin terpacu untuk menemukan formula musik yang lebih tajam dan relevan. Chemistry antara personel lama dan baru menjadi fondasi utama dalam menyusun ulang arah musikal mereka.
Tak ingin berlama-lama dalam bayang-bayang masa lalu, band ini menyuntikkan energi baru yang matang dan reflektif ke dalam karya teranyar mereka. Sikap dewasa dalam menghadapi dinamika band malah menjadikan Second Story lebih produktif. Jika sebelumnya ada keraguan, kini yang tersisa hanyalah tekad dan keberanian untuk melangkah lebih jauh.
Setelah terakhir kali merilis album Estungkara pada 2017, Second Story kini kembali dengan single terbaru bertajuk “Divided”. Lagu ini memotret keresahan mereka terhadap fenomena sosial saat ini—khususnya soal bagaimana masyarakat semakin terbelah akibat perilaku di media digital. Media sosial yang awalnya jadi ruang ekspresi kini kerap berubah menjadi ajang pertempuran opini liar tanpa kendali.
“Divided” menjadi representasi nyata dari wajah baru Second Story. Mereka tampil lebih lugas, tanpa basa-basi, dan memilih pendekatan musik yang langsung menembak sasaran. Tak ada ruang untuk gimmick atau elemen tak esensial—yang ada hanyalah bilah tajam yang siap menebas kejenuhan industri musik yang stagnan.
Single ini juga menjadi pintu gerbang menuju album terbaru yang tengah mereka siapkan. Dengan pendekatan yang lebih mentah namun jujur, Second Story ingin memperkenalkan diri kembali kepada publik: mereka bukan lagi band yang sama seperti 10 tahun lalu—mereka adalah versi terbaru, yang lebih berani, lebih sadar arah, dan lebih siap menghadapi kerasnya belantika musik alternatif Indonesia.
Seperti pesan yang ingin mereka sampaikan lewat Divided: suka atau tidak, inilah kami sekarang.
Comments (0)