Selang 13 Tahun Penantian, Akhirnya The Adams Merilis Album Barunya Tahun Ini

Selang 13 Tahun Penantian, Akhirnya The Adams Merilis Album Barunya Tahun Ini

Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Belakang Teras Records

Untuk yang memang menggemari The Adams dari era 2000an awal, album Agterplaas ini sedikit memberi romantisme tersendiri dengan masih menampilkan unsur-unsur khas musik The Adams dari dua album sebelumnya.

Berdiri sejak tahun 2002 lalu, sebagai sebuah band The Adams menjadi salah satu pionir dalam skena musik indie, khususnya di ranah musik indie-pop, dengan pencapaian dua buah album berjudul The Adams (2005), yang berisi lagu andalan seperti “Konservatif” dan “Waiting”. Disusul satu tahun berikutnya The Adams merilis album v2.05 (2006), yang menampilkan single “Halo Beni” dan “Hanya Kau”. Selang 13 tahun sejak album keduanya dirilis, akhirnya tahun ini The Adams kembali melahirkan album baru yang diberi judul Agterplaas (dibaca “Akhterplas”). Album ketiganya ini berisikan lagu-lagu seperti “Pelantur” dan “Masa-Masa”, yang didaulat menjadi single yang dirilis beberapa waktu lalu.

Band yang saat ini diperkuat oleh  Ario Hendarwan (vokal, gitar), Saleh Husein (vokal, gitar), Gigih Suryo Prayogo (vokal, drum) dan Pandu Fathoni (vokal, bas) ini, mengedarkan sendiri album ketiganya di bawah payung Belakang Teras Records, dalam format box set eksklusif, yang akan tersedia pada tanggal 6 Maret 2019, dan sudah bisa dipesan di belialbumfisik.com. Sedangkan untuk informasi mengenai format lain akan segera menyusul.

Untuk yang memang menggemari The Adams dari era 2000an awal, album ini sedikit memberi romantisme tersendiri dengan masih menampilkan unsur-unsur khas musik The Adams dari dua album sebelumnya, seperti raungan distorsi gitar, harmonisasi vokal manis, dan kord-kord yang terbilang rumit rumit tapi masih mudah dicerna. Namun ditambahkan pula oleh mereka jika tak dapat dipungkiri bahwa Agterplaas adalah karya musisi-musisi yang lebih dewasa, dengan musikalitas yang lebih matang maupun tema lirik yang sesuai dengan fase hidup The Adams saat ini.

Kalau dulu The Adams bercerita tentang pulang jam 9 malam dan berwisata, kini lagu-lagu The Adams banyak mencangkup cerita-cerita yang lebih eksploratif, dari mulai bercerita tentang mengenang masa muda (“Masa-Masa”), menghadapi rasa takut demi orang kesayangan (“Timur”), sampai merindukan mereka yang sudah tiada (“Dalam Doa”).

Diambil dari rilisan pers yang DCDC terima, secara teknisnya mayoritas proses rekaman Agterplaas berlangsung di Studio Teras Belakang, Tangerang Selatan, dan Kamar Aryo, Bekasi secara berkala, antara 2015 hingga 2019. Menariknya album ini juga berisikan musisi-musisi tamu yang ikut terlibat, seperti Turi Ismanto Kaliandra pada gitar di lagu “Pesona Persona”, dan Ghina Salsabila pada piano di lagu “Dalam Doa” dan lagu “Sendiri Sepi”, serta Zul Mahmod pada efek suara. Sedangkan untuk urusan tata rekam dalam album ini dikerjakan Arief Rinaldi, dan penyelarasan akhir digarap di Sage Audio.

BACA JUGA - The Adams Mengobati Kerinduan Penggemarnya Lewat Single Pelantur

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner