Tongkat Estafet Punk dari Malang Gagal Ginjal Rilis "Modern Age"
Bagi yang akrab dengan karya-karya Begundal Lowokwaru, Antiphaty, Woodka, dan The Babies, haram rasanya untuk luput dari karya Gagal Ginjal. Perjalanan asah mental mengisi gig demi gig sudah mereka lampaui dengan semangat tak terhenti. Mungkin COVID 19 yang mampu membuat mereka rehat sejenak, seperti sebagian besar dari kita semua.
Dengan kesadaran penuh bahwa merilis karya adalah sebuah kewajiban selain melancarkan aksi dramatis di atas panggung, Gagal Ginjal grup musik pengusung punk rock asal kota Malang kembali merilis karya terbaru mereka berjudul, “Modern Age”. Karya ini dirilis setelah "puasa" selama dua tahun dan pengerjaan album kedua yang tertunda akibat hengkangnya sang drummer.
Secara umum, "Modern Age" bercerita tentang deklarasi mereka sebagai punk generasi baru dari Malang. Sebuah tongkat estafet yang mereka akan genggam erat-erat beberapa tahun ke depan. Single ini dirilis di berbagai platform musik, seperti Spotify, iTunes, dan YouTube.
Keseluruhan musik dalam "Modern Age" masih di wilayah punk rock dengan distorsi tinggi a la The Exploited dan Antiphaty. Tetapi, karena masing-masing personil memiliki kecenderungan selera musik yang berbeda, mereka tak segan untuk bereksperimen tanpa memandang suatu batasan semu dari sebuah genre yang memberi sensasi berbeda di setiap karya mereka. Karena, bagi mereka punk lebih merupakan sebuah ideologi daripada sekadar aliran musik.
Comments (0)