"Yellow Light", Materi Perkenalan dari Unit Alternative-Rock Saltdust

Foto didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Hadir satu nama baru di dunia musik alternative-rock. Mereka adalah Saltdust, band bentukan 2019 akhir dengan formasi Rizky (vokal & gitar), Dwiki (gitar), Poppy (bas & vokal latar) dan Haris (drum). Ke-empatnya memiliki referensi musik yang sama, seperti Basement, Turnover, Title Fight dan lain-lain. Menggabungkan inspirasi dari tiap personil, mereka mengidentifikasi musik yang dihasilkan menjadi bernuansa gelap dan minor. Nama Saltdust sendiri dipilih berdasarkan karakter musik yang mereka bangun: petikan suara gitar yang salty dengan suara bas yang kotor dan bumbu progresif pada ketukan drumnya.

Mengukuhkan kehadirannya di industri musik, Saltdust merilis demo-single yang mereka beri judul "Yellow Light". Lagu ini menjadi sarana mereka mencoba bermain di atmosfir yang cenderung lebih gelap jika dibandingkan dengan grup alternative-rock lainnya. Lirik yang dipakai berbahasa Inggris dan dirilis secara digital, termasuk juga dalam rupa visual yang diunggah melalui kanal YouTube saltdustmusic. Bagian mixing-mastering dilaksanakan di Depthbase Records, sementara motion graphic untuk visual "Yellow Light" digarap oleh Herla Mustika.

Untuk tema "Yellow Light" sendiri, Saltdust memaparkan melalui siaran pers bahwa lagu tersebut merepresentasikan bagaimana kehidupan yang kita semua hadapi hari ini, mulai dari kecemasan berlebih, kesedihan hingga perpisahan. Kisah-kisah itu kemudian mereka gambarkan melalui riff-riff yang minor. "Yellow Light" juga lahir dari lingkungan Saltdust dan menjadi sarana mereka menuangkan kegelisahannya lewat musik.

BACA JUGA - Tentang Sergapan Hingga Kematian, "Sancamara" dari Surkensonik

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner