18 Ilustrator Lokal Akan Berkumpul di Sebuah Toko Piringan Hitam
Hari ini, mereka semua dapat ditemui untuk diajak berbincang secara langsung dalam acara ‘Paid Dues’.
Ilustrator, pada awalnya merupakan seorang penerjemah sebuah tulisan berbentuk text kedalam bentuk visual, bertujuan agar dapat lebih dipahami oleh pembacanya. Seiring berjalannya masa, peran ilustrator di era sekarang pun telah banyak berkontribusi dalam berbagai aspek, terutama untuk perihal musik. Baik dari segi sampul album, ilustrasi sebuah karya single, video klip bahkan media cetak seperti poster pun menggunakan ilustrasi. Hal ini pun telah diterapkan di Indonesia bahkan menggantungkan profesi ini untuk mata pencahariannya. Namun, hal ini secara tak langsung beririsan dengan peran sosial media, dimana para konsumen hanya mengapresiasi lewat dunia maya saja, tapi hal tersebut akan tidak akan terjadi di ‘Paid Dues’.
‘Paid Dues’ adalah sebuah acara hasil inisiasi kolektif bernama Quest For Money oleh dua ilustrator/seniman lokal bernama Morrgth (bass Rajasinga) dan Mayatchism. Dalam acara pertamanya ini, ‘Paid Dues’ akan menjadi sebuah magnet untuk mengumpulkan 18 ilustrator dalam sebuah gelaran acara art market berupa karya ilustrasi dari tiap seniman serta merchandise lainnya. Tidak hanya jual/beli karya seni dari para ilustrator itu saja, nantinya beberapa ilustrator tersebut akan melakukan live drawing. Dari sekian ilustrator yang akan hadir di acara ini, nantinya juga dapat menjadi sebuah momen untuk bertemu dengan mereka secara langsung. Yang mana biasanya beberapa waktu ini mereka mungkin kerap muncul di lini masa Instagram dengan karya-karya apiknya. Selain adanya ilustrator, gelaran ini turut dimeriahkan oleh Mc Dasa Gandjar, musik-musik pilihan dari Collapse (Ipod set), dan penampilan dari Etza.
Comments (0)