22 Tahun Berlalu, Sieve Kembali Hadir Merilis ‘Biara’ EP
Sumber foto : Diambil dari rilisan pers Anoa Records
Relevansi Sieve pun tak putus begitu saja. 'Biara' EP tetap akan menjadi hantu yang akan menghadirkan elegi dan kesaksian tentang apapun yang ditafsirkan oleh setiap orang yang mau mendengarkannya dengan tulus
Bandung tahun 1999 pernah menuliskan catatan penting kala kota yang dijuluki barometer musik di Indonesia ini pernah dirasuki aura goth rock yang sudah diretas terlebih dahulu oleh Getah, dan kemudian hadir dengan karakternya masing-masing oleh beberapa band seperti SEL, Koil, Silent Sun, Kubik, dan salah satunya adalah Sieve. Menggaris bawahi nama Sieve sebagai band yang berada dalam gelombang musik goth rock, nama ini menjadi semacam legenda urban di berbagai acara musik yang pernah mengundang mereka ketika itu, sampai akhirnya menghilang dengan meninggalkan jejak sebuah mini album berjudul Biara, yang dirilis dalam format kaset pita.
Kaset ini pun kemudian berserakan terjual dari tangan ke tangan dengan sekelumit kisah tentang dua perempuan yang menjadi frontman Sieve, Alexandra J. Wuisan yang merapal lirik seperti mantra sihir, dan Regina Rina yang memainkan gitar untuk menyihir siapapun dengan riff-riff goth rock. Selama 22 tahun sejak dirilis, kaset Biara EP menjadi permainan harga termahal bagi siapa saja yang membelinya. Tak semua orang yang bisa menyadari kalau ada EP yang begitu menarik dan bagus.
Salah satu yang mengamini jika EP tersebut merupakan harta karun bagi scene musik di tanah air adalah Anoa Records, yang kemudian merilis kembali secara digital pada akhir bulan Februari 2021 nanti, lebih tepatnya pada 27 Februari. Seperti kebiasaan label ini yang gemar mengusik kembali rilisan-rilisan keren yang tidak terjamah, Biara EP akan dirilis digital dengan empat lagu Sieve yang terdapat di kaset tersebut. Keempat lagu tersebut adalah “Vitreous Wish”, “Biara”, “Mars”, dan “Megalomanic Halo”.
Dilansir dari rilisan pers yang DCDC terima, ide soal merilis digital kembali Biara EP berawal dari pendekatan Anoa Records sejak lama, agar EP ini bisa dinikmati banyak orang, tidak terbatas orang yang hanya memiliki kasetnya saja. “Anoa Records ingin legacy dari Sieve bisa dinikmati siapapun, dan ini gue suka banget, bukan soal priviledge semata,” kata Alexandra yang kini sedang sibuk di Gergasi Api, band barunya bersama Eky (Full of Hate).
Comments (0)