Arah Lahirkan Versi Akustik dan Series dari "Awal & Akhir"
Setelah meramaikan kancah musik sekaligus film Indonesia dengan mengisi banyak sound track di tahun lalu, Arah tak henti melangkah. Selain meraih mimpi dengan musik dan original sound track, kini mereka merambah pada film series.
Setelah setahun wara-wiri ikut meramaikan kancah musik nasional dan lebih dikenal sebagai grup musik pengisi soundtrack terbanyak dalam kurun waktu tahun 2020, Arah kembali dengan single “Awal & Akhir” yang dikemas dalam polesan akustik. Terdiri dari Tanta Ginting (gitar, backing vocal), Roy Sungkono (vokal), Gilbert Pohan, (bas, backing vocal), dan Hanum Azizah (drum, backing vocal) di bawah naungan Visinema Musik, lagu “Awal & Akhir" (Acoustic Version) akan mengiringi sebuah series yang akan tayang di Bioskop Online dengan judul “Awal & Akhir”. Series ini adalah proyek independen yang diinisiasi oleh Visinema Content yang sudah dimulai sejak 2018, dengan Angga Dwimas Sasongko sebagai sang kreator di baliknya dan Sabrina Rochelle Kalangie yang duduk di kursi sutradara.

"Awal & Akhir" mengkisahkan tentang empat orang, yaitu Roy Sungkono (Arga), Tanta Ginting (Samo), Azizah Hanum (Carissa) dan Gilbert Pohan (Freddy). Keempatnya tergabung dalam sebuah band bernama Arah, yang sedang berjuang untuk meraih mimpi mereka yang tersaji dalam series berjumlah lima episode.
Dalam prosesnya, akan terlihat bagaimana mewujudkan mimpi terkadang membuat seseorang melupakan untuk mengembangkan karakternya sebagai manusia. Sejatinya, ketika tekad kita untuk berusaha mengembangkan diri, mimpi dengan sendirinya ikut bertumbuh dalam perjalanan itu dan membawa kebahagiaan. Selain melihat sisi perjuangan individu masing-masing yang tergabung dalam sebuah kelompok merealisasikan mimpi, series "Awal & Akhir" juga menjadi bagian dari proyek eksperimen Visinema Content yang meleburkan aspek musik dan cerita menjadi satu.
Jauh sebelum dipersatukan dalam musik sebagai Arah, para punggawanya berangkat dari berbagai latar belakang profesi. Wajah Tanta Ginting misalnya, sudah familiar sebagai bintang film, sementara Roy Sungkono adalah aktor dan model. Dua nama lainnya, Gilbert Pohan dan Azizah Hanum, masing-masing berprofesi sebagai penyanyi dan news anchor CNN Indonesia. Meski keempatnya tidak berkiprah langsung di bidang musik, namun kesukaan terhadap musiklah yang akhirnya mampu menyatukan mereka.
Tanta Ginting, yang berperan sebagai Samo di series ini mengungkapkan jika cerita di "Awal & Akhir" terasa benar-benar dekat dengan realita anak muda yang tengah berusaha meraih mimpi. “Series ini dekat di hati, bagaimana menggambarkan perjuangan empat anak muda yang mau membuktikan mimpi mereka, tentang musik. Kalau orang bisa hidup lewat musik,” ujar Tanta Ginting. Sedangkan Andre Harihandoyo yang juga berperan besar dalam musik belakang panggung Arah memberikan komentar, “Satu kata aja: seru! Tidak ada satupun dari kami yaitu keluarga besar Arah menyangka ternyata arahnya membawa kami sampai di sini”.
"Awal & Akhir" (Acoustic Version) dikemas secara manis dan lebih mendalam. Menyampaikan pesan-pesan kehidupan melalui sebuah lagu yang berintonasi pelan dan lembut. Berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, single ini tidak menonjolkan sosok Roy Sungkono yang berada di posisi vokal, melainkan sosok perempuan bernama Azizah Hanum yang berada di balik perangkat drum-nya akan membawakan single “Awal & Akhir” dengan versi yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Comments (0)