Dihantui Keresahan Jalanan, Shaggydog Kembali Luncurkan “Koboi Kota” Dengan Tambahan Warna
Sumber Foto : Diambil dari rilisan pers Shaggydog (foto merupakan karya dari Bernhard Awuy)
Dengan insting musisinya, Shaggydog merespon kekhawatirannya perihal klitih hingga menjadi inspirasi untuk merekam ulang lagu “Koboi Kota”
Setiap kejahatan memang tidak akan bisa dibenarkan karena bisa merugikan banyak pihak. Apapun alasanannya, tindak kejahatan bukan jalan terakhir dan juga bukan pilihan. Seperti yang sering terjadi belakangan ini, Yogyakarta sedang disibukkan dengan merebaknya kejahatan pada malam hari yang dilakukan oleh kelompok orang dengan sebutan Klitih. Akibat maraknya kejadian klitih, jagat Twitter pun sempat ramai dengan tagar #klitih, bahkan sampai muncul #1hari1klitih yang isinya update informasi tentang kejahatan anak muda ini.
Sebenarnya istilah klitih dimaknai sebagai aktivitas keliling kota untuk mengisi waktu luang tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini kemudian diadopsi oleh para pelajar sebagai kegiatan mencari musuh dari sekolah lain. Dan kini klitih berkembang menjadi sebuah kejahatan yang dilakukan oleh para pecundang muda dengan menargetkan pengendara sepeda motor secara acak di malam hari.
Menanggapi hal tersebut, Shaggydog selaku ‘putra daerah’ yang sering berkegiatan di malam hari turut khawatir akan keadaan tersebut. Bagaimana tidak, kesibukan para personil band ini sering dilakukan hingga larut malam.
“Jadi selama bulan puasa itu Shaggydog kan sedang rekaman lagu untuk album baru kami. Sering banget pulang mendekati subuh, tentu saja pulang-nya ada rasa was - was kalo nanti dibacok orang dari belakang” ungkap Heruwa.
Dengan insting musisinya, kemudian hal yang menjadi kekhawatiran bersama itu mereka jadikan inspirasi untuk merekam ulang lagu “Koboi Kota”. Single lepas yang belum pernah dirilis ini kemudian direkam ulang dengan isian lirik yang disesuaikan dengan keadaan saat ini, dan lebih menjelaskan secara menjurus ke arah para pelaku klitih. Dibuka teriakan ala koboi lalu lanjut deretan lirik Heruwa “Mata memerah dan mulut yang bau naga. Memecah hening malam dan siap berperang, tak peduli siapapun pasti dilibas” dengan tepat menggambarkan pelaku klitih yang bersiap membacok korbannya secara acak.
Betotan bass Bandizt dan gebukan drum Yoyo –si duo penjaga ritme– mampu memacu adrenaline terasa seperti sedang menghindar dari kejaran klitih yang asal “hajar langsung lari”. Rentetan melodi gitar Richad dan Raymond yang menyeruak layaknya “raungan mesin di tengah malam” menimpali pencetan tuts keyboard Lilik (Umbel) yang seakan-akan memecah keheningan malam.
Penggambaran nuansa di “Koboi Kota” ini mungkin terasa suram untuk lagu Shaggydog yang biasanya bertema pesta tapi begitulah penggambaran dari klitih. Entah sampai kapan “raja jalanan belantara kota” ini akan terus beraksi. Yang jelas single Shaggydog, “Koboi Kota” akan dirilis DoggyHouse Records pada 21 Oktober 2022 melalui kanal digital stores. Ikuti terus update-nya melalui akun instagram resmi Shaggydog @shaggydogjogja
Comments (0)