Dilibatkan dalam Album Debut Posssimiste; bahkan Musisi Islandia pun Terpesona pada Harry Koi

Dilibatkan dalam Album Debut Posssimiste; bahkan Musisi Islandia pun Terpesona pada Harry Koi

Foto dan artwork didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Terlibat dalam selusin kolektif musik sepertinya masih belum cukup untuk seorang Harry Koi. Kali ini, bakatnya menggoda seorang musisi asal Islandia, Possimiste. Harry Koi diajak untuk mengisi instrumen drum dalam beberapa materi di album debut miliknya.

Nama Harry Koi sudah tentu familiar di telinga penikmat musik, utamanya mereka yang menikmati pop, rock dan segala turunannya. Bagaimana tidak, lelaki bernama lengkap Harry Pangabdian Maulana Yusuf ini tergabung dalam 12 band: sebagai drummer di sembilan band (Under the Big Bright Yellow Sun, Trou, The Triangle, Diocreatura, Ansaphone, Spaceandmissile, Arch of Cinema, Helmproyek dan Suarahgaloka Musik) dan sebagai pemain handpan juga perkusi di tiga kolektif musik (Balaruna, Orokaya The Rhythm of Sunda dan Huma). Keterlibatannya di banyak unit musik seolah jadi bukti kepiawaian dan totalitasnya di masing-masing entitas.

Potensi dan bakat ini nyatanya ditangkap pula oleh pihak-pihak di luar Indonesia. Selain pernah tampil di India, Selandia Baru, Malaysia, Australia, Belanda, Belgia dan Swedia, ada ketertarikan personal yang muncul pada Harry Koi dari seorang musisi asal Islandia, yaitu Leeni Laasfeld dalam moniker Possimiste. Cerita antara keduanya dimulai di tahun 2019, ketika Possimiste sedang dalam rangkaian tur, termasuk menyambangi Bandung dan berkesempatan berkolaborasi dengan Balaruna.

Salah satu personil Balaruna, yaitu Daniv Veryana memiliki hubungan baik dengan Possimiste. Kolaborasi ini lah yang mempertemukan Possimiste dan Harry Koi. Possimiste menangkap kesan khusus pada Harry, dan kesan tersebut terus hidup hingga setahun setelahnya. Hal itu yang menjadi alasan Possimiste menghubungi Harry Koi dari New York City dan mengajaknya mengisi drum di album perdana Possimiste bertajuk Youniverse.

"Saya melihat bakat yang luar biasa dari Harry dan hasrat sejati dia untuk musik sejak saat pertama kali bertemu, juga setelah energi live yang luar biasa di atas panggung. Sehingga, hal tersebut membuat saya menyadari bahwa saya benar-benar ingin energi yang sama terekam dalam rekaman saya. Jadi, sekitar setahun kemudian saya duduk di studio, mendengarkan Harry merekam drum di studio di Indonesia dan berkata: "YA!" Itulah detak jantung yang dibutuhkan oleh lagu-lagu itu," terang Possimiste terkait ketertarikannya pada kemampuan bermusik Harry Koi.

Tentunya, ini adalah kesempatan emas bagi Harry Koi, terutama mengingat Possimiste sebagai salah satu musisi paling cemerlang di Islandia. Ia adalah seorang lucid dreamer; ia membawa musik yang ia dengar dalam mimpinya menjadi kenyataan. Ia memenangkan penghargaan sebagai artis wanita terbaik dari stasiun radio Islandia X977 - Sykurmolinn, dan dinobatkan sebagai salah satu artis paling menarik dan menjanjikan di kancah musik Islandia.

Youniverse sendiri adalah debut album Possimiste dan dirilis pada 25 Juni 2021. Harry Koi berkesempatan untuk mengisi drum di tiga lagu dari total 15 lagu: "Lefundur Mars", "Red Balloons" dan "Freefall". Album ini bisa diakses melalui situs resmi Possimiste dan layanan musik digital lainnya. Ke depannya, baik Possimiste maupun Harry Koi sedang mencari kemungkinan lain dari kolaborasi ini.

"Tentunya kami sangat terbuka bagi label manapun, di manapun yang berminat untuk merilis album ini. Selain itu, untuk saat ini saya juga masih belum tahu apakah mungkin untuk ikut hadir di panggung bersama Possimiste dengan kondisi berbeda negara. Yah, kita lihat saja nanti kemungkinannya," tutup Harry Koi.

BACA JUGA - “Golden Day” : Cara UTBBYS Representasikan Hari Keemasan Dalam Bentuk Video Musik

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner