Diniyah Tutup Tahun dengan Refleksi Spiritualitas Lewat Single “Bones to Scorn”
Setelah terakhir kali merilis single pada Agustus lalu, penyanyi dan penulis lagu Diniyah kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk “Bones to Scorn”. Dirilis pada 15 November 2024, lagu ini menjadi penutup tahun yang penuh kontemplasi, menandai fase baru dalam perjalanan artistiknya yang lebih dalam dan eksperimental.
“Bones to Scorn” menggali tema spiritualitas dari sudut pandang yang jarang diangkat secara terbuka: hubungan seorang hamba dengan Tuhannya di tengah pergulatan iman. Melalui lirik yang puitis, Diniyah menarasikan konflik batin antara perasaan gagal menjalin relasi vertikal, rasa bersalah karena merasa imannya belum cukup, hingga keputusasaan yang muncul akibat persepsi terhadap Tuhan. Namun, alih-alih tenggelam dalam keputusasaan, lagu ini berujung pada sebuah penyerahan diri yang utuh—sebuah kesadaran bahwa manusia, dengan segala kefasikannya, hanya bisa bergantung pada kasih Tuhan.
Salah satu hal yang membuat single ini terasa berbeda adalah pendekatan kolaboratif dalam penulisan lirik. Diniyah mengadaptasi liriknya sepenuhnya dari tulisan sahabatnya, Bening Nurani, yang memberikan sudut pandang segar dan personal terhadap perjalanan spiritual tersebut. Dalam proses kreatifnya, mereka banyak merujuk pada gaya penulisan liris Adrianne Lenker serta puisi-puisi dari Ocean Vuong, terutama karya On Earth We're Briefly Gorgeous, yang turut memperkaya nuansa artistik lagu ini.
Secara musikal, “Bones to Scorn” juga menghadirkan warna baru dalam katalog Diniyah. Lagu ini lebih intens dan eksperimental dibanding rilisan sebelumnya, termasuk dengan hadirnya elemen pembacaan puisi di tengah lagu—sebuah sentuhan yang terinspirasi dari gaya Patti Smith dan menambah kedalaman emosi dalam narasi lagu.
Untuk aspek visual, Diniyah bekerja sama dengan Ramal sebagai Creative Director dalam pengembangan artistik “Bones to Scorn”. Artwork lagu ini menampilkan simbolisme mukena dan latar mushola umum—elemen keseharian yang membumi namun sarat makna. Menurut Ramal, visual tersebut adalah upaya mengkapsulasi bagaimana rasanya menjadi remaja muslim yang masih menjunjung ketaatan di tengah dinamika generasi saat ini.
“Bones to Scorn” bukan hanya sebuah lagu, melainkan bagian dari narasi besar menuju peluncuran EP terbaru Diniyah. Lagu ini juga dirancang untuk dikembangkan lebih jauh ke dalam bentuk video klip, memperluas eksplorasi tematik dan estetik yang telah dimulai di single ini.
Kini, “Bones to Scorn” sudah tersedia di berbagai digital streaming platform, menghadirkan suara yang jujur, gelap, namun penuh harapan dari seorang Diniyah yang semakin berani menelusuri sisi terdalam dirinya.
Comments (0)