Distorsia Vol.2 Mekakan Telinga
Jam saat itu menunjukkan pukul 7 lewat di Minggu (21/9) malam yang saat itu dinginnya kebangetan, suasana di dalam Aston Tropicana & Lounge kawasan Jalan Cihampelas Bandung mulai disesaki oleh massa hitam-hitam. Untuk apa mereka dengan outfit menyeramkan seperti itu mejeng di tempat yang notabene tempat karaoke dan ajeb-ajeb? Distorsia Volume Dua jawaban dari semua itu. Gelaran tersebut adalah satu gig cadas yang diprakarsai oleh Heartbreak Station TV, sebuah kanal audio visual beriorientasi musik independen. Kali ini Distorsia menampilkan grup-grup yang pastinya akan memekakan telinga. Godless Symptoms, Nectura, Taring, Kick It Out, dan Devdan merupakan pasukan yang siap menggempur stage malam itu.
Panggung dimulai dengan aksi dari Devdan, kelompok metal/hardcore asal Bandung ini memainkan tembang-tembang dari album pertama mereka, “Raih Nyata”. Sound tebal dan cepat disuguhkan Devdan begitu agresif dan impresif. Style mereka mengingatkan kita pada New Wave Of American Heavy Metal macam Lamb Of God, Unearth, dan All That Remains. Tonggak estafet dilanjutkan oleh Kick It Out. Cukup mengejutkan dengan aksinya malam itu. Mengapa? Sound mereka kali ini lebih menunjukkan sisi metallic dan hard rock tunes pada warna musiknya. Mungkin ada pengaruh dari awak baru mereka yang sudah beberapa bulan ini mengisi line up, yakni Avedis Mutter (putra dari drummer legendaris, Richard Mutter). Doi notabene adalah gitaris yang memainkan heavy metal dan hard rock.

Devdan

Kick It Out
Setelahnya aksi dilanjutkan dengan heavy hardcore supergroup, Taring. Penonton mulai berani merangsek ke mulut punggung. Berbeda dengan aksi dua band sebelumnya yang cenderung “dingin”. Komplotan yang diperkuat oleh Hardy Nyanknyank, Angga Kesuma, Ferry Ferdiansyah, dan Gebeg ini siap menguncurkan keringat kepada yang hadir di bar yang cukup pengap. Kabarnya mereka akan mengeluarkan single kedua di pekan ketiga September, bertitel “Kata-kata Belum Binasa”. Patut ditunggu! Album mereka bertajuk “Nazar Palagan” pun akan dirilis di akhir ini lewat label berbahaya Grimloc Records. Aksi mereka pada malam itu ditutup dengan single yang sama dengan rilisan albumnya kelak “Nazar Palagan”.

Taring

Nectura

Godless Symptoms
Kegilaan masih terus bergulir, ketika Godless Symptoms mengambil alih panggung Distorsia. Thrashcore madness ini beraksi cukup unik dan berbeda. Selain membawakan lagu Negeri Neraka, Kerajaan Ilusi, dan Anjing Iblis; ternyata tembang lawas seperti “Flower City” dari Bandung Urban Ghettoz Hardcore, Balcony serta rusuhnya “Lawan” dari hardcore punk klasik, Jeruji. Gelaran ditutup oleh band yang mengusung Swedish death metal, Nectura. Mereka meluluhlantahkan panggung dengan membawakan materi album teranyar mereka, Awake To Decide. Olah vokal Owank, sang vokalis sedikit mengingatkan suara dari frontman In Flames, Anders Friden. Penampilan Nectura diakhiri dengan lagu andalannya “Threat Minority”. Penonton saat itu begitu senang nan puas dengan senyuman yang diperlihatkan dari muka-muka mereka. Segannn!
“Karel”
Foto : Karel & Septian Nugraha
Comments (0)