Gara-gara Album 'Kudu', Bagus Dwi Danto Harus Masuk Pengadilan Musik

Gara-gara Album 'Kudu', Bagus Dwi Danto Harus Masuk Pengadilan Musik

Mengakhiri perjalanan selama satu dekade menyandang nama panggung Sisir Tanah, Bagus Dwi Danto akhirnya membuat album menggunakan namanya sendiri

Mengaku mulai pertama kali belajar bermain gitar sejak tahun 1996, Bagus Dwi Danto adalah aktor intelektual di balik nama Sisir Tanah. Ia dikenal sebagai musisi yang aktif terjun dalam berbagai kegiatan aktivisme sosial dan gerakan akar rumput. Keterlibatan Bagus secara personal dalam banyak ruang penderitaan warga yang menjadi korban atas perampasan hak-hak sipil, penggusuran, hingga praktik ketidakadilan berbekas dan meninggalkan jejak sejarah perlawanan dalam setiap karyanya. Kesunyian nyanyiannya mampu mengantar kita pada pengalaman otentik menyoal kegelisahan, kekecewaan, kemarahan dan kebencian pada kehidupan dunia nyata yang sedang tidak baik-baik saja.

Mengakhiri perjalanan selama satu dekade menyandang nama panggung Sisir Tanah, Bagus Dwi Danto akhirnya membuat album menggunakan namanya sendiri. Seniman asal Yogyakarta ini memulai perjalanan barunya dalam dunia musik folk melalui album pribadi yang menceritakan perjuangannya melewati masa kelam kala dunia dicengkram pandemi. Album perdananya yang berjudul Kudu disajikan dengan konsep kaya unsur nuansa alam, seperti bunyi-bunyi di pesawahan dan pantai. Kudu dalam bahasa Indonesia mempunyai arti harus, kuntum bunga, atau cat warna merah.

Album ini direkam pada pertengahan Februari 2021 di Bali dan dikerjakan secara gotong royong melibatkan beberapa kawan musisi. Mengingat tidak ada satupun orang yang siap menghadapi pandemi yang datang secara tiba-tiba pada awal tahun 2020, maka gotong royong adalah semangat hidup yang harus tetap tumbuh dan diharapkan mampu membangkitkan harapan teman-teman musisi untuk terus berkarya.

Aktivitas terbaru dari Bagus Dwi Danto bersama debutnya Kudu membuatnya terseret untuk diadili di Pengadilan Musik Virtual. Ini adalah salah satu program spesial dari DjarumCoklatDotCom (DCDC), terjemahan terbaru dari Pengadilan Musik untuk menyikapi pandemi. Secara rutin, program ini mengundang dan mengkaji materi-materi terbaru dari band atau musisi independen tanah air yang aktif membuat karya. Di program ini, mereka akan menyandang predikat sebagai Terdakwa dan harus menghadapi berbagai tuntutan dari Jaksa Penuntut. Jika berhasil berbicara atas nama karya, dia akan bebas dari tuntutan dan materinya akan dinyatakan layak untuk dikonsumsi oleh publik.

Bagus Dwi Danto akan diadili di Pengadilan Musik Virtual pada Jumat, 26 November 2021 pukul 19.00 WIB dan disiarkan secara langsung di saluran YouTube DCDC TV. Ia akan diadili oleh dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq. Kursi Pembela akan diisi oleh Jon Kastella dan satu pembela yang ditunjuk oleh terdakwa, hasil seleksi dari warganet yang mengajukan diri. Pengadilan akan dipimpin oleh Man (Jasad) sebagai Hakim dan jalannya persidangan akan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

BACA JUGA - Koil Diseret ke Pengadilan, Tersandung Kasus Album yang Rilis 11 Tahun Lalu

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner