IQIF Sebar Dua Single Sekaligus, Pembuka Album Perdana 'No. 1'

IQIF Sebar Dua Single Sekaligus, Pembuka Album Perdana 'No. 1'

Foto didapatkan dari siaran pers. Kredit tidak disertakan.

Terlahir dari keluarga yang memiliki kecintaan besar terhadap seni musik, gairah berkesenian IQIF sudah mekar sejak kecil. Sejak dini, IQIF sudah diperdengarkan dan dijejali otaknya oleh sang ayah dengan klasik rock yang kemudian memberinya inspirasi terbesar dalam bermusik. Tidak hanya lewat karya musik orang lain saja, darah seni mengalir begitu deras dari ayahnya yang juga penggebuk drum sering beraksi dari panggung ke panggung disaksikan oleh mata IQIF sendiri, melemparkan jutaan pukulan magis dari balik perangkat drumnya. IQIF kemudian tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang sangat mencintai musik, maka tak aneh jalur musik dipilihnya sebagai jalan hidup.

Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya. Seperti ayahnya, IQIF memantapkan diri sebagai drummer dan tergabung dalam sebuah band ternama, yaitu Stereocase. Ia berkecimpung di industri musik sejak 2008 bersama sang kakak, membentuk dan membangun reputasi band tersebut. IQIF bisa dibilang cukup aktif sebagai musisi, ia menyumbangkan kepiawaiannya baik sebagai penulis lagu atau menjadi drummer untuk beberapa band lainnya.

Singkat cerita, di tahun 2020 ini, IQIF mengeluarkan proyek solo pertamanya dengan merilis album yang diberi judul No.1. Tak tanggung-tanggung, ada dua buah single yang dirilisnya secara masal yaitu “Before It’s Too Late” dan “Burn Me Down” yang dipilih sebagai lagu pembuka. Lagu yang pertama dirilis yaitu “Before It's Too Late”, sebuah lagu pendek tanpa lirik yang dirilis IQIF dengan format video narasi (short movie) di akun YouTube-nya pada tangal 23 Maret 2020 lalu. Video ini semacam track intro untuk album perdananya tersebut, di mana lagu ini disampaikannya sebagai terapi diri dan juga pengingat bagi semua pendengar, untuk tidak pernah berhenti mengejar impian mereka bahkan ketika menemui titik atau kegagalan yang paling sulit sekalipun.

“Dari awal gue sudah kepikiran buat lagu ini sebagai penanda dimulainya album gue. Di mana secara musik cukup mempresentasikan album gue secara keseluruhan baik dari sisi karakter musik, sound, mood dan lain-lain. Lagu ini memang di bikin tanpa lirik yang bisa dinyanyikan, sebenarnya bukan tanpa lirik juga sih karena gue mengajak ShotgunDre, seorang rapper Indonesia yang keren banget untuk membantu gue menyampaikan pesan dari lagu ini, melalui kata-kata yang diucapkan secara emosional. Di mana lagu ini membahas tentang setiap orang pasti punya masa di mana dia pikir hidupnya berakhir di situ, ketika mengalami kesulitan hidup. Namun sebenarnya dia masih bisa mencoba segala sesuatunya sebelum semuanya benar-benar terlambat. Ini semacam reminder untuk selalu optimis dalam mengejar mimpi lo,” jelas IQIF tentang lagu ini.

Lalu yang kedua adalah “Burn Me Down”. Dibuat pada tahun 2019 dan terinspirasi dari sebuah film yang ditontonnya, IQIF bersama rekan dekatnya yang seorang copywriter yaitu Reisha Sinulingga, menuangkan ide-ide yang melayang tak terkendali di kepalanya dan mempercayakan sahabatnya sebagai penulis lirik di lagu tersebut. Hadir dengan nuansa indie rock dengan rhythm yang kencang dan distorsi gitar yang memompa adrenalin, lagu ini bercerita tentang pertempuran pribadi IQIF beberapa tahun terakhir di mana ia menggunakan kata-kata dan musik sebagai terapi diri bagi dirinya ataupun bagi penikmat musiknya untuk selalu memiliki energi positif dalam hidup.

“Lagu ini sebenarnya adalah potongan cerita dari curhatan hidup gue. Bahwa di setiap fase kehidupan  manusia akan selalu ada tantangan dan dinamikanya. Gue pengen meng-encourage orang untuk jangan pernah menyerah, There’s nothing that can burn you down. Mungkin masalah itu datang dari eksternal atau mungkin sebenarnya datang dari diri loe sendiri, atau jangan-jangan semua itu hanya ada di kepala loe doang. Makanya gue mengajak untuk selalu memiliki energi positif namun gue sampaikan dengan cara eksplosif makanya musik di lagu ini kencang. Dan di liriknya ada teriakan ‘Come, Burn Me Down’, seperti seruan untuk men-challenge diri loe balik untuk bisa lewatin semua masalah itu”, ucap IQIF.

Untuk perilisan lagu “Burn Me Down” akan disertai video lirik dan video musik. IQIF juga mengungkapkan bahwa video musik lagu ini akan berkolaborasi dengan TED’s SQUAD, yakni rumah produksi milik penyanyi/penulis lagu, Teddy Adhitya. Visulisasinya akan menggunakan konsep rock & roll dengan sentuhan artistik yang kuat dan direncanakan akan tersedia di kanal YouTube IQIF bulan Mei 2020 mendatang.

“Gue ingin agar pesan di album ini tersampaikan kepada siapapun yang nanti akan mendengarkannya.  Bahwa there’s so many negativity in this world, dan gue akan sangat happy bisa jadi bagian yang ‘spread the positivity’  karena gue pernah mengalami sendiri, kadang-kadang hal seperti itu mesti diingatkan. Jadi gue berharap lewat lagu-lagu gue, semoga semua orang menjadi teringat kembali. Gue juga berharap banyak yang suka lagu gue dan mungkin bisa menjadi anthem buat kehidupan mereka”, tutur IQIF.

Dalam penggarapan album No.1 ini, IQIF dibantu oleh seorang musisi berbakat, Adityar Andra yang pernah memproduseri Neonomora, Kenny Gabriel, Sita Marino dan lain-lain. “Di proyek solo gue ini, rencananya akan berisi 10 lagu dan gue dibantu oleh Neonomora sebagai art director di album ini secara keseluruhan, baik dari logo, look gue, video klip dan lain-lain”, ucap IQIF.

IQIF mengatakan bahwa dalam pengerjaan album ini dirinya mengekplorasi berbagai genre musik. Berusaha membuat karya yang mengalir dari hati dan kreativitasnya, tanpa batasan dan tanpa paksaan. “Mayoritas lagu gue di album ini berbahasa Inggris. Dan sekarang ini gue lagi suka untuk menggabungkan beberapa genre musik. Yang menurut gue nyaman, itu yang gue lakuin. Baik itu pemilihan liriknya, sound, notasi ataupun lainnya. Gue memasukkan sesuatu yang apa adanya aja, yang gue banget. Gue juga pengen yang mendengarkan album gue ini juga seperti itu, merasa nyaman dan punya interpretasi sendiri akan album ini,” tutur IQIF tentang albumnya.

Album No. 1 sendiri akan dirilis pada pertengahan tahun 2020 ini dan berada di bawah naungan label rekaman VURPLAY. Lagu “Before It’s Too Late” dan "Burn Me Down" pun sudah bisa di akses di semua gerai musik digital sejak 27 Maret 2020.

BACA JUGA - Perdana Bagi Biggest Duck Merilis Lagu Tanpa Unsur Elektronik

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner