Jenggala Membuka Jalan dengan

Jenggala Membuka Jalan dengan "Menantang Jarak"

"Menantang Jarak" adalah perkenalan perdana dari Jenggala. Sebuah karya yang dihasilkan dari tragedi kegagalan yang ternyata jadi pemicu inspirasi dan justru memantik segalanya.

Panggung pertama mereka saat hendak mengisi acara kampus gagal total. Urung terlaksana lantaran dihentikan paksa oleh institusi akademis yang merasa memiliki otoritas penuh di atap kampus para personilnya berasal. Insiden ini terjadi tepat sebelum Jenggala beraksi di panggung. Peristiwa ini cukup membekas, yang lantas memantik sebuah grup yang dinamakan Jenggala (artinya hutan atau rimba-red) untuk berbuat lebih. Mereka juga menggeser kebiasaan lama mereka meng-cover lagu-lagu Down, Motorhead, Pantera dan Municipal Waste.

Kugiran cadas yang diinisiasi oleh kolektif pertemanan kuliah ini beranggotakan Pupu (vokal), Lukas (bas), William (gitar) dan Usenk (drum). Kini, merilis hadir dengan karya buatan sendiri, single perdana berjudul "Menantang Jarak” yang digadang-gadang menjadi varian menu dari tradisi panjang musik keras. Lagu "Menantang Jarak" adalah satu dari empat materi lagu sendiri milik Jenggala.

Lempar ingatan sejenak kembali, ketika waktu sedang memasuki medio 2014. Obrolan teman satu kampus antara Pupu dan Lukas menghasilkan kesepahaman terhadap referensi musik yang didengar saat itu. Gagasan iseng tanpa perhitungan lantas muncul untuk coba diekspresikan dalam sebuah band. Guna melengkapi formasi band, maka Boris (gitar) dan Lutfi (drum) yang masih teman satu kampus diajak bergabung, dengan target pencapaian hanya untuk bermain di acara kampus. Alih-alih terpuruk dalam kegagalan, Jenggala membuka jalan berkat ‘kekacauan’ yang terjadi di awal karir bermusik mereka, yang lantas menjadi inspirasi terciptanya sebuah lagu dan menjadi trigger. Hingga melahirkan beberapa materi lagu yang kemudian cukup berhasil dibawakan pada acara kampus di tahun berikutnya. Eksekusinya cukup sukses.

Lagi-lagi gagal bermain di kampus sendiri menjadi pemecut kegiatan bermusik bagi para personil Jenggala yang perlahan mulai merasakan candu mencipta karya dan mengarah pada ide tak terukur untuk melanjutkan ke tahap berikutnya menjadi sebuah album. Namun, cerita setiap band rock pun tak luput dialami Jenggala. Di tengah proses tersebut, justru Jenggala kehilangan dua personilnya: Boris dan Lutfi yang harus pulang ke daerah asalnya masing-masing.

Setelah terkatung-katung dalam kurun waktu menahun dan beberapa personil sudah dicoba untuk mengisi kekosongan, akhirnya di awal 2020 Usenk bergabung menempati posisi drum. Kemudian, setelah dibantu Jabo mengisi sesi rhythm saat recording, di awal 2021 William diajak untuk bermain gitar sekaligus melengkapi formasi Jenggala saat ini.

Sebagai perkenalan, single “Menantang Jarak” merupakan ekspresi bagi Jenggala dalam menikmati sensasi berkendara. Karena setiap perjalanan berkendara, menggunakan sepeda motor khususnya, bukan hanya sebatas mengendalikan mesin untuk mencapai tujuan. Namun, merupakan bagian dari semacam proses pembelajaran juga pengalaman empiris yang dibagi-bagi dalam setiap babak kehidupan. Salah satunya proses dalam penciptaan sebuah lagu atau karya musik.

“Menantang Jarak” tidak hanya sebatas ekspresi penuntasan hasrat menikmati tunggangan, tapi turut membuka ruang penyadaran kita sebagai manusia. Bagaimana rasa solidaritas, loyalitas, respect, disiplin, dan bahkan menyentil kepekaan kita sebagai manusia sebagai bahan bakar utamanya. "Menantang Jarak" juga mencoba membuka pandangan dalam setiap perjalanan berkendara sebetulnya kita melewati banyak persoalan. Yang bagi sebagian orang justru dianggap hal lumrah, padahal itu cukup krusial. Mulai dari persoalan sosial, budaya, ekonomi, politik, keamanan, bahkan menyoal kebebasan berekspresi.

“Sebetulnya idenya cukup sederhana, hanya ingin berekspresi saat berkendara aja. Tapi kayaknya selain menikmati, saya sendiri suka ikut berpikir bahwa yang kita temui di jalan itu bukan hal biasa, dan itu jangan dianggap remeh karena bisa jadi itulah yang akan mengubah nasib kita atau nasib orang lain,” kata Pupu, vokalis sekaligus penulis lirik "Menantang Jarak".

Lagu ini turut menjadi sumpah serapah bagi Jenggala sendiri. Umpatan sekaligus mantra manjur yang menantang seberapa jauh Jenggala bisa berkarya. “Makanya sengaja jadi single pertama kita sekaligus menjadi pemacu dan tantangan buat kita-kita seberapa konsisten bisa bermain musik,” tambahnya.

"Menantang Jarak" menyuguhkan sajian rock yang mencoba berekspresi bebas tanpa terjebak dalam sub genre variannya. Namun, racikan tata irama khas southern dan rock n roll tampil cukup dominan. “Kita sih pasti setiap orang bawa referensi dan warna berbeda dan ya ini jadi rock-nya Jenggala. Ruh dari musik rock dan metal yang kita ambil. Yang terpenting kita mainnya nyaman dan menikmati dan yang denger juga semoga bisa menikmati musik khas Jenggala,” kata Lukas, basis dan arranger "Menantang Jarak".

"Menantang Jarak" menjadi single pertama yang menjadi pembuka dari album perdana Jenggala. Segala persiapan untuk album ini tengah diramu secara matang bersama tim dari rumah produksi Gema Rimba. Saat ini, single "Menantang Jarak" sudah bisa didengarkan melalui sejumlah layanan musik digital, seperti Spotify, iTunes, Deezer dan YouTube Music.

BACA JUGA - Satria NB & Ayie Rully Lahirkan Siberut Lewat Single “Jenggala Merela”

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner