Kami Mengajak Kalian Menilai "Tingkat Berbahaya" Revenge The Fate Hari Ini!
Sejak beberapa tahun lalu, Revenge The Fate dianggap "merajai" ranah deathcore karena kualitas karya dan produktivitasnya. Apakah mereka masih se-berbahaya itu hari ini? Mari menilai lewat karya terbaru mereka, "Paranoid"!
Mari sedikit bicara tentang fenomena saat ini terlebih dahulu. Bukan tentang keluar masuk personil, tapi tentang kenyataan bahwa Revenge The Fate adalah band yang seringkali menjadi referensi untuk band deathcore lain, terutama pasca Redemption di tahun 2014, dan memiliki jumlah penggemar yang masif. Fenomena lain yang terjadi adalah ranah deathcore makin berkembang, dengan peminat yang banyak, dan band-band penganut deathcore "tandingan" Revenge The Fate juga nyatanya sudah tak main-main urusan skill dan kualitas.
Pertanyaan yang langsung menyeruak adalah masih pantaskah Revenge The Fate dinobatkan menjadi band yang "unggul" dibandingkan band deathcore lain, mengingat mereka juga salah satu yang bertanggung jawab atas maraknya insan-insan deathcore Indonesia? Apakah progresivitas pergerakan Revenge The Fate hanya semata-mata disebabkan oleh strategi promosi yang gemilang dan didukung "keberuntungan" geografis?
Sekarang, mari cari jawaban secara objektif, membiarkan karya mereka yang menjawab. Karena kita sedang bicara tentang hari ini, maka salah satu tolak ukur yang valid adalah "Paranoid", amunisi teranyar besutan formasi termutakhir dari Revenge The Fate yang akan hadir di album Awakening, dirilis tanggal 1 Desember 2018 mendatang. "Paranoid" dirilis dalam format musik video, diangkat dari satu tema spesifik yaitu menyoroti permasalahan seputar kesehatan mental; depresi, rasa cemas berlebihan dan lain sebagainya, dengan Avian Dewantara aka Mow yang menggarap bagian kelola kata.
Dinamika selama bermusik yang menyebabkan Revenge The Fate mengalami pendewasaan dan lebih sadar akan realita menjadi alasan mereka mengangkat tema ini. Ini juga merupakan sikap dalam merespon kejadian yang marak terjadi di generasi muda hari ini, bermasalah atau mungkin tidak peduli pada kesehatan mental. Sebagai generasi yang membentuk masa depan bangsa, Revenge The Fate ingin makna dari karya ini bisa diserap dan membantu teman-teman untuk peduli terhadap kesehatan mental. Memiliki kesesuaian secara pemahaman dan semangat, Revenge The Fate bekerjasama dengan Sehatmental.id, sebuah gerakan sosial yang fokus pada isu-isu tentang kesehatan mental. Sehatmental.id didirikan oleh Ade Binarko, tokoh aktivis sosial sekaligus seorang pekerja kreatif.
Entah permintaan salah satu pihak atau bagai gayung bersambut, rasanya sah-sah saja untuk bersikap apatis soal dari mana tema ini muncul. Masa bodoh, selama memang tidak ada yang dirugikan. Yang jelas, kerjasama antara dua pihak ini merupakan keputusan yang cukup cerdas, karena masing-masing dari mereka bisa "memanfaatkan pasar" yang dimiliki keduanya, menyebarkan pesan positif secara viral dan tepat sasaran.
Beralih ke urusan musikalitas, "Paranoid" menyajikan permainan musik yang total solid, dengan para personil yang saling unjuk kemahiran soal eksekusi. Gempuran instrumen yang rapat terdengar sejak detik pertama bagian verse dimainkan. Olahan vokal yang di beberapa bagian saling tumpuk membuat musik mereka terdengar makin padat. Memasuki bagian reff, nuansa berubah menjadi lebih gelap dan atmospheric. Intensitas ini berlangsung selama lagu diputar, tanpa henti, habis-habisan menghajar tanpa ampun.
Beberapa yang sudah mendengarkan karya Revenge The Fate menobatkan karya ini dengan predikat blackened deathcore atau the new era of deathcore. Bahasa sederhananya, Revenge The Fate menawarkan eksplorasi baru, ketika mereka jadi lebih bermain-main dengan atmosfir, menyertakan unsur-unsur musik yang biasa kita temukan di aliran musik macam black metal dan (tentu saja) death metal, tapi tidak kehilangan ciri khas yang ada di deathcore itu sendiri, macam disonansi gitar yang berat, ketukan yang dinamis, juga bagian breakdown yang sepertinya dianggap wajib untuk musik deathcore.
Lewat "Paranoid" sebagai salah satu indikator untuk menjawab pertanyaan di awal artikel, rasanya bukan satu kesalahan untuk menyatakan bahwa Revenge The Fate memang masih jadi yang terdepan. Bukan untuk membandingkan siapa yang terbaik, tapi setidaknya lewat karya ini mereka selamat dan bisa bertanggung jawab atas "demam deathcore" yang mewabah karena mereka. Revenge The Fate macam naik tingkat, me-redefinisi deathcore ke satu level yang baru.
Comments (0)