'Tindas' Menggaham! Seberapa Mengancam Kah?

'Tindas' Menggaham! Seberapa Mengancam Kah?

Foto dan artwork didapatkan siaran pers yang dikirimkan oleh Gaham.

Secara bahasa, "gaham" berarti "ancaman". Kata "gaham" dipilih untuk menjadi identitas baru dari trio oldskool heavy metal yang merilis mini album bertajuk Tindas. Siapa mereka dan seberapa mengancam musiknya? Dengarkan di sini! 

Mari berkenalan dengan grup musik bernama Gaham. Ini adalah "rumah baru" untuk grup musik yang sudah dibentuk sejak tahun 2015, sebelumnya dikenal dengan nama JRSLM (baca: Jerusalem). Sejak awal tahun 2018, JRSLM bertransformasi menjadi Gaham, sebuah kata yang mereka ejawantahkan secara harfiah. Penghujung tahun 2018 menjadi saat yang dirasa tepat oleh Reyhan MP (vokal/gitar), Givari M (bass) dan Ivan Faza (drum) untuk memperkenalkan dan mengukuhkan identitas baru mereka. "Perkenalan" ini diinisiasi melalui dirilisnya sebuah mini album.

Lewat identitas baru, Gaham merilis sebuah mini album berisi lima buah lagu yang diberi titel Tindas. Melalui paparan sang vokalis, alasan Gaham memilih tajuk ini untuk mini album-nya adalah karena kata "tindas" merepresentasikan makna secara keseluruhan, selain melirik perihal estetika. Sederhana tapi multi tafsir juga menjadi alasan lain untuk menamai mini album ini, dikutip dari pendapat sang drummer.

"Jeratan Fantasi", "Anomali", "Negeri Jahanam", "Sang Utopis" dan "Phaleed" adalah materi-materi yang dapat ditemukan dalam Tindas. Tema-tema yang berangkat dari kegelisahan pada konflik personal, kritik tentang hubungan sosial manusia hingga ke ranah politik menjadi pilihan dalam divisi lirik yang dieksekusi oleh Reyhan. Khusus di lagu "Phaleed", variasi warna musik Gaham diperkaya dengan permainan gitar dari Alan Davidson (Lamebrain).

Jika dibandingkan dengan karya sebelumnya, Cryptic Hourglass (ketika identitas mereka masih JRSLM), lima nomor teranyar ini menawarkan semangat yang lebih kuat dengan suasana yang lebih gelap. Meski begitu, Gaham menyatakan bahwa pakem musik yang sudah dimainkan sebelum berubah identitas—yaitu raw oldskool heavy metal dengan balutan thrashy dan sentuhan stoner metal—tetap menjadi dasar musik yang mereka pertahankan. Eksplorasi yang terinspirasi dari musik Slayer, Sleep, Black Sabbath hingga Nirvana dan Soundgarden menjadi warna baru yang mereka sertakan, begitu ungkap sang vokalis.

Tindas sudah bisa disimak per tanggal 22 November 2018 melalui Spotify, Joox, iTunes, dan YouTube. Rilisan fisik dari mini album ini menjadi susulan amunisi panas yang akan diluncurkan pada beberapa waktu ke depan.

BACA JUGA - 'Fragmentia Anak Adam', Alunan Keindahan dan Ironi

View Comments (0)

Comments (0)

You must be logged in to comment.
Load More

spinner