Kebencian Joey The Gangster di Hari Sumpah Pemuda
Musik yang menghentak dan lirik kontroversial yang mereka tawarkan menjadi satu padanan atraktif dan ekspresif
Sempat vakum dari tahun 2011-2014, akhirnya band Punk Rock asal Bandung, Joey The Gangster, kembali bangun dari mati surinya. Setelah merilis beberapa single seperti “Televisi” (2014), “Anti Solusi” (2015), dan “Terbuang Terasingkan” (2016), Joey The Gangster meluncurkan debut EP Albumnya yang berjudul “Barisan Kebencian” bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, yaitu tanggal 28 Oktober 2016, melalui Eastern Wolves Music. Sebuah momentum yang tepat bagi Joey The Gangster memasarkan EP ini, karena mereka menyuarakan sisi sarkastik mengenai politik, sosial, bahkan isu religi.
Band yang dipunggawai oleh Okky Akbar/Pite (Guitar, Lead Vocal), Tommy Junior (Lead Guitar, Back Vocal), Adhitia Risanoto (Bass, Back Vocal), dan Uwho (Drums) sudah berdiri sejak tahun 2008. Mereka terpengaruh dari band-band Punk Rock tahun ’90-an seperti Bad Religion, Pennywise, dan Anti-Flag. Dengan pola permainan yang semi oldschool, Joey The Gangster berhasil mempertanggungjawabkan materi mereka dengan musik yang dikemas secara bebas, menarik, dan tanpa kendali. Lewat lagu-lagu berdurasi 2-3 menit, Joey The Gangster menyuguhkan materi yang akan membuat pendengarnya menghentakkan kaki, bahkan pogo, tapi juga masih nikmat untuk dinyanyikan atau lebih tepatnya, diteriakkan.
Musik yang menghentak dan lirik kontroversial yang mereka tawarkan menjadi satu padanan atraktif dan ekspresif. Tak dapat dielak, “Barisan Kebencian” ini patut untuk menghiasi daftar lagu Punk yang wajib didengar.
Comments (1)